Upaya Donald Trump Ubah Hasil Pilpres Amerika Tidak Didukung Michigan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump berbicara tentang hasil awal dari pemilihan presiden AS 2020 di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, AS, Rabu, 4 November 2020. Trump mengklaim dirinya menang pemilu AS dari pesaingnya, Joe Biden, meski jutaan suara masih belum selesai dihitung. REUTERS/Carlos Barria

    Presiden AS Donald Trump berbicara tentang hasil awal dari pemilihan presiden AS 2020 di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, AS, Rabu, 4 November 2020. Trump mengklaim dirinya menang pemilu AS dari pesaingnya, Joe Biden, meski jutaan suara masih belum selesai dihitung. REUTERS/Carlos Barria

    TEMPO.CO, Jakarta - Upaya inkumben Donald Trump untuk mengubah hasil Pilpres Amerika, seperti sebelum-sebelumnya, kembali menemui jalan terjal. Strategi barunya yang mengandalkan penggantian pemilih elektoral ditentang oleh anggota-anggota legislatif partainya sendiri, Republikan.

    Pemimpinan Mayoritas Senat Michigan, Mike Shirkey, serta Ketua Parlemen Michigan Lee Chatfield, menyatakan penolakan tersebut tak lama usai menemui Donald Trump di Gedung Putih. Bersama-sama mereka sepakat bahwa mereka akan mengikuti hukum formal yang berlaku dalam menyikapi hasil Pilpres Amerika.

    "Sebagai pemimpin legislatif, kami akan mengikuti hukum yang berlaku serta tahapan-tahapan normal terkait pemilih elektoral Michigan. Hal ini sudah kami katakan sebelumnya," ujar keduanya, dikutip dari CNN, Sabtu, 21 November 2020.

    Jika Chatfield dan Shirkey setuju dalam pertemuan Jumat malam itu, maka strategi Donald Trump akan dimulai dengan membuat keriuhan yang cukup untuk menimbulkan kecurigaan terhadap hasil Pilpres Amerika. Donald Trump bertaruh, jika makin banyak warga yang ragu akan hasil pemilu, maka mereka akan mendesak anggota legislatif turun tangan.

    Jika anggota legislatif berhasil dibujuk turun tangan, maka hal yang selanjutnya perlu dilakukan adalah mengganti pemilih elektoral. Donald Trump dan tim kuasa hukumnya ingin memanfaatkan frasa di Konstitusi Amerika bahwa pemilih elektoral dipilih "dengan pertimbangan nantinya bisa ditangani oleh anggota legislatif". Dengan kata lain, otoritas tertinggi dianggap ada di badan legislatif.

    Intepretasi tim hukum Donald Trump, jika pemilih elektoral bisa diganti oleh anggota parlemen, maka hasil pemilu pun bisa diubah. Resikonya, berarti menganulir seluruh suara populer yang telah dikumpulkan. Resiko tersebut, menurut kabar yang beredar, berat diterima para Republikan karena berpotensi merusak citra partai.

    Mantan Wali Kota New York City Rudy Giuliani, pengacara pribadi untuk Presiden AS Donald Trump, memegang apa yang dia identifikasi sebagai replika surat suara saat dia berbicara tentang hasil pemilihan presiden AS 2020 selama konferensi pers di Washington, AS, 19 November 2020 [REUTERS / Jonathan Ernst]

    Menurut pejabat pemerintah mengetahui detil pertemuan antara Donald Trump dengan Republikan Michigan, tak ada ketegangan terjadi. Pertemuan berlangsung lancar dengan Donald Trump memaparkan strateginya dan anggota legislatif Michigan memberikan pendapatnya.

    Donald Trump bahkan tidak memberikan tekanan apapun kepada lawan bicaranya menurut sumber terkait. Walau begitu, kata ia, Donald Trump tidak begitu antusias dengan penjelasan atau tawaran yang diberikan oleh para anggota legislatif Michigan.

    Sejauh ini, segala upaya Donald Trump di Michigan mental. Klaim-klaim yang dibuat tim kuasa hukumnya pun banyak dibantah, seperti tudingan surat-surat suara fiktif. Walau begitu, anggota legislatif Michigan, dalam pernyataan bersama, mengatakan akan mendukung apabila ada bukti kecurangan masif dan terstruktur dalam Pilpres Amerika di sana.

    "Dugaan-dugaan kecurangan harus ditanggapi serius, diinvestigasi dengan patut. Jika terbukti, maka harus diadili hingga tuntas. Dan, mereka yang memenangkan suara terbanyak di Michigan berhak atas suara elektoral," ujar mereka menegaskan sikap

    Donald Trump dikabarkan juga akan memanggil anggota legislatif dari Pennsylvania di mana ia juga kalah dari Presiden Amerika Terpilih Joe Biden. Juru bicara Gedung Putih, Kayleigh McEnany, belum mau berkomentar panjang soal itu ataupun pertemuan dengan anggota legislatif Michigan kemarin.

    "Pertemuan tersebut bukan pertemuan advokasi. Tidak ada tim kampanye Donald Trump di sini. Lagipula, ia rutin bertemu dengan anggota legislatif dari berbagai negara bagian," ujar McEnany.

    Jika tidak ada perubahan lagi, maka perolehan suara elektoral antara Joe Biden dan Donald Trump tetap di angka 306-232. Electoral College akan digelar pada 14 Desember di mana para pemilih elektoral akan mengesahkan pilihan berdasarkan suara populer di negara-negara bagian Amerika.

    ISTMAN MP | CNN

    https://edition.cnn.com/2020/11/20/politics/michigan-house-speaker-will-meet-trump/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.