Skandal 1MDB, Najib Razak Minta Bantuan ke Pengadilan Amerika

Ekspresi mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak saat memberikan keterangan usai menjalani sidang di gedung Mahkamah Kuala Lumpur, Malaysia, 28 Juli 2020. Najib bersalah atas tujuh tuntutan terkait lima kasus dugaan korupsi dari perusahaan investasi milik negara 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB. REUTERS/Lim Huey Teng

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, pada Selasa, 17 November 2020, meminta pada sebuah pengadilan Amerika Serikat agar diizinkan mencari sebuah dokumen dan kesaksian dari Goldman Sachs, yakni sebuah bank investasi. Permintaan itu diajukan terkait kasus skandal 1MDB (Malaysia Development Berhad)

Najib, yang saat ini bebas dengan uang jaminan, diperkirakan akan mengajukan banding pada Februari 2021 atas vonis 12 tahun penjara yang dijatuhkan pada Juli 2020 untuk tuduhan korupsi dan pencucian uang. Najib juga masih harus menghadapi empat persidangan untuk kasus 1 MDB.

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak memberikan keterangan usai menjalani sidang di gedung Mahkamah Kuala Lumpur, Malaysia, 28 Juli 2020. Najib menjadi pemimpin Malaysia pertama yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan dalam kasus dugaan suap. REUTERS/Lim Huey Teng

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat mengatakan ada sekitar USD 4,5 miliar atau Rp 63 triliun dana dari 1 MDB yang disalah gunakan. 1MDB adalah sebuah lembaga investasi yang didirikan oleh Najib pada 2009 dan Goldman Sachs telah membantu mengembangkan lembaga tersebut     

Dalam permohonan yang diajukan di pengadilan New York, Najib menuliskan Goldman Sachs dan mantan Kepala Goldman Sachs untuk wilayah Asia Tenggara Tim Leissner kemungkinan memiliki bukti bahwa sejumlah pejabat di 1 MDB bersekongkol untuk menggelapkan dana di lembaga 1 MDB dan sekarang mereka mengkaitkannya dengan Najib untuk lepas tanggung jawab.

    

Menurut Najib, Leissner dan pejabat lainnya kemungkinan menyembunyikan jejak uang tersebut untuk menyesatkannya sehingga diyakini uang 1MDB masuk ke rekening Najib, padahal uang di rekening Najib tersebut adalah uang donasi politik dari Kerajaan Arab Saudi.

“Upaya ini lintas benua dan melibatkan berbagai yurisdiksi, termasuk penyebaran berbagai perusahaan cangkang dan melibatkan banyak individu,” kata Najib dalam surat permohonannya.   

Juru bicara Golman Sachs menolak berkomentar. Begitu pula pengacara Leissner. Goldman Sachs sebelumnya sudah setuju untuk membayar lebih dari USD 5 miliar atau Rp 70 triliun kepada Amerika Serikat untuk menyelesaikan investigasi atas kasus peran perusahaan itu sebagai penjamin surat utang atau obligasi untuk 1MDB

Sumber: https://www.reuters.com/article/us-malaysia-politics-1mdb-goldman/malaysias-najib-seeks-to-depose-goldman-sachs-ex-banker-in-1mdb-defence-idUSKBN27Y0E7






Uni Eropa Ajak WTO Gugat Kebijakan Inflasi Amerika

11 jam lalu

Uni Eropa Ajak WTO Gugat Kebijakan Inflasi Amerika

US Inflation Reduction Act (IRA) dianggap Uni Eropa bisa mendiskriminasikan perusahaan asal Eropa


Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

16 jam lalu

Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

Hyundai Motor Co. melaporkan data penjualan mobil listrik mereka di pasar otomotif Amerika serikat pada November 2022.


Top 3 Dunia: Jumlah Gaji PM Malaysia Anwar Ibrahim, Biden Ogah Bertemu Putin

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Jumlah Gaji PM Malaysia Anwar Ibrahim, Biden Ogah Bertemu Putin

Top 3 dunia dari gaji Anwar Ibrahim sebagai PM Malaysia, efek obat fentanil hingga Biden yang tak mau bertemu Putin.


3 Rekor Tercipta Usai Belanda Singkirkan AS di Piala Dunia 2022

2 hari lalu

3 Rekor Tercipta Usai Belanda Singkirkan AS di Piala Dunia 2022

Berikut redaksi Tempo.co merangkum 3 rekor di balik kemenangan Belanda atas Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2022:


Hasil Pertandingan Piala Dunia 2022: Belanda vs AS: Tim Oranye Lolos

2 hari lalu

Hasil Pertandingan Piala Dunia 2022: Belanda vs AS: Tim Oranye Lolos

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2022 antara Belanda vs Amerika Serikat telah berakhir pada Sabtu malam WIB, 3 Desember 2022.


Elon Musk dan Macron Bertemu Diam-diam, Bahas Aturan Konten Twitter

2 hari lalu

Elon Musk dan Macron Bertemu Diam-diam, Bahas Aturan Konten Twitter

Presiden Macron mendiskusikan kebijakan moderasi konten platform media sosial saat bertemu dengan bos Twitter Elon Musk di Amerika Serikat.


Pembocor Data Rahasia AS Edward Snowden Resmi Jadi Warga Negara Rusia

2 hari lalu

Pembocor Data Rahasia AS Edward Snowden Resmi Jadi Warga Negara Rusia

Eks agen intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden mendapat paspor Rusia. Ia diburu karena membocorkan rahasai bahwa AS menyadap kepala negara.


AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

2 hari lalu

AS Masukkan China, Iran, dan Rusia sebagai Pelanggar Kebebasan Beragama

Menlu AS Antony Blinken mengatakan Amerika memberikan perhatian khusus kepada China, Iran, dan Rusia, di bawah Undang-undang Kebebasan Beragama.


Ketahui Obat Fentanil yang Banyak Tewaskan Warga Amerika Serikat

2 hari lalu

Ketahui Obat Fentanil yang Banyak Tewaskan Warga Amerika Serikat

Fentanil adalah obat-obatan jenis opioid sintetik yang beredar di Amerika Serikat berfungsi sebagai penghilang rasa sakit.


Kondisi Terkini Christian Pulisic Menjelang Duel Belanda vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2022

2 hari lalu

Kondisi Terkini Christian Pulisic Menjelang Duel Belanda vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2022

Christian Pulisic sempat mengalami cedera saat melawan Iran. Tidak akan bermain penuh saat Belanda vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2022.