Australia Investasi Rp 14 Triliun untuk Bangun Puluhan Rumah Sakit di Jawa Barat

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar RI Kristiarto Legowo (kiri) dan Duta Besar Australia Gary Quinlan (kanan) mengapit CEO Aspen Medical dan Docta ketika melakukan penandatanganan virtual Shareholders Agreement dengan PT Jasa Sarana (Indonesia), di KBRI Canberra, Australia, 16 November 2020.[Dok. KBRI Canberra]

    Duta Besar RI Kristiarto Legowo (kiri) dan Duta Besar Australia Gary Quinlan (kanan) mengapit CEO Aspen Medical dan Docta ketika melakukan penandatanganan virtual Shareholders Agreement dengan PT Jasa Sarana (Indonesia), di KBRI Canberra, Australia, 16 November 2020.[Dok. KBRI Canberra]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan kesehatan Australia sepakat berinvestasi membangun fasilitas kesehatan di Jawa Barat dengan nilai investasi USD 1 miliar, sekitar Rp 14 triliun, setelah penandatangan MoU terpisah di KBRI Canberra dan Indonesia.

    Dubes RI Y. Kristiarto S. Legowo bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Dubes Australia untuk Indonesia Gary Quinlan, pejabat dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) dan pejabat Pemerintah Daerah Ibu Kota Canberra (ACT), menyaksikan penandatanganan secara virtual Shareholder Agreement between PT Jasa Sarana (Indonesia) dan Aspen Docta (Australia) yang berlangsung di Bandung dan Canberra.

    Acara penandatanganan tersebut merupakan salah satu sesi dari rangkaian West Java Investment Summit (WIJS) pada tanggal 16-17 November 2020. Shareholder Agreement tersebut merupakan perjanjian kerja sama investasi untuk membangun infrastruktur kesehatan di Jawa Barat.

    Penandatanganan di Bandung dilakukan oleh Hanif Mantiq, Direktur Utama Jasa Sarana yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Sementara penandatanganan di Canberra berlangsung di KBRI Canberra yang dilakukan oleh Bruce Armstrong, CEO ASPEN Medical dan Dr Andrew Rochford, CEO Docta dengan disaksikan Dubes RI Canberra, Dubes Australia untuk Indonesia, Commissioner for International Engagement, Pemerintah Ibu Kota Canberra, pejabat dari DFAT dan Austrade.

    "Kerja sama ini merupakan manifestasi dari semakin meningkatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia khususnya pasca berlakunya Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) sejak 5 Juli 2020," kata Dubes RI Y. Kristiarto S. Legowo sebelum penandatanganan MoU, dalam siaran pers yang diterima Tempo, 17 November 2020.

    Duta Besar RI Kristiarto Legowo (kiri) dan Duta Besar Australia Gary Quinlan (kanan) mengapit CEO Aspen Medical dan Docta ketika melakukan penandatanganan virtual Shareholders Agreement dengan PT Jasa Sarana (Indonesia), di KBRI Canberra, Australia, 16 November 2020.[Dok. KBRI Canberra]

    Investasi perusahaan Aspen Docta senilai US$ 1 miliar (Rp 14 triliun) ini untuk pembangunan dan pengoperasian 650 klinik kesehatan dan 23 rumah sakit di Jawa Barat. Aspen Docta juga berencana membangun 40 klinik dan 1 rumah sakit pada tahun 2021, 400 klinik dan 5 rumah sakit pada tahun 2023, dan 250 klinik dan 18 rumah sakit pada tahun berikutnya.

    Dubes Kristiarto menyampaikan bahwa realisasi kerja sama ini merupakan salah satu tindak lanjut hasil pertemuan Business Roundtable yang diadakan pada saat Kunjungan Presiden RI ke Australia pada bulan Februari 2020 yang juga dihadiri oleh CEO Aspen Medical Group, Bruce Armstrong.

    Dubes RI menyampaikan harapan agar Aspen Medical juga dapat menjalin kerja sama serupa dan menanamkan investasinya di provinsi-provinsi lain di Indonesia.

    Pada kesempatan yang sama Dubes Quinlan, CEO ASPEN Medical Group, dan CEO Docta, juga menyampaikan sambutan yang intinya menggarisbawahi kerja sama investasi ini sangat relevan pada masa pandemi Covid-19. Sedangkan CEO Aspen Medical dan CEO Docta secara khusus menyampaikan harapannya bahwa investasi perusahaannya akan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di Jawa Barat dan dapat menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.