Donald Trump Dikabarkan Mau Luncurkan Saluran Televisi dan Media Sosial

Presiden AS Donald Trump meletakkan karangan bunga di Makam Prajurit Tidak Dikenal saat ia menghadiri perayaan Hari Veteran di Pemakaman Nasional Arlington di Arlington, Virginia, AS, Rabu, 11 November 2020. Ini merupakan penampilan perdana Trump di muka umum setelah dinyatakan kalah dari Joe Biden dalam Pemilihan Pilpres AS. REUTERS/Carlos Barria

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk memulai saluran televisi baru atau perusahaan media sosial untuk bersaing dengan orang-orang yang dia anggap telah mengkhianatinya dan menghambatnya untuk berkomunikasi langsung dengan orang Amerika, menurut beberapa sumber yang mengetahui perbincangan tersebut.

"Saya pikir setiap opsi ada di atas meja, untuk media sosial sampai perusahaan media setelah dia keluar," kata seorang pejabat Republik yang telah ikut dalam pertemuan dengan penasihat kampanye Trump, dikutip dari Reuters, 14 November 2020.

Trump belum mengakui secara langsung kemenangan Joe Biden, yang pada 7 November melewati batas 270 suara Electoral College yang dibutuhkan untuk memenangkan Gedung Putih. Trump telah mengklaim tanpa bukti bahwa pemungutan suara itu dipenuhi kecurangan, tetapi petugas pemilu melaporkan tidak ada penyimpangan atau masalah keamanan yang serius.

Trump telah mempertimbangkan apakah akan meluncurkan saluran berita televisi baru untuk menyaingi Fox News setelah presiden kecewa dengan jaringan televisi berhaluan konservatif tersebut. Trump mengeluh program Fox News tidak memiliki perspektif universal pro-Trump.

Trump, menurut para pembantunya, tampak kesal kepada Fox karena melaporkan kemenangan Joe Biden di Arizona pekan lalu.

Christopher Ruddy, seorang teman Trump yang merupakan CEO Newsmax, saluran berita dan situs web TV konservatif, mengatakan bahwa meluncurkan saluran berita saingan atau layanan streaming akan sulit.

"Saya tidak yakin orang-orang di sekitarnya menghargai tantangan yang mungkin ada di depan," kata Ruddy, seraya menambahkan perusahaannya terbuka untuk berbicara dengan Trump tentang sebuah acara di Newsmax.

"Dia memiliki basis penggemar yang sangat besar tidak seperti tokoh politik lainnya dalam sejarah Amerika," kata Ruddy.

Donald Trump telah berulang kali berdiskusi dengan penasihatnya tentang rencana untuk memulai perusahaan media sosial untuk bersaing dengan Twitter.

Pada pertemuan dengan penasihat kampanyenya beberapa bulan lalu, Trump berbicara tentang teknologi yang akan dibutuhkan untuk versi konservatif Twitter, dan bagaimana platform aktual seperti Twitter akan mudah untuk ditiru, kata seorang pejabat Republik pada pertemuan tersebut.

Trump lebih memilih platform yang memungkinkannya menyajikan pesan tanpa filter. Dia sebelumnya mempertimbangkan tentang menyiarkan program radio harian dari Gedung Putih, dan dia sempat membahasnya dengan para pejabat tentang bagaimana melakukannya, menurut seorang pejabat yang akrab dengan diskusi tersebut.

Pada akhirnya, gagasan itu dikesampingkan karena masalah logistik, kata pejabat itu, seperti sulitnya menyediakan satu jam jadwal Trump setiap hari untuk program tersebut.

Sumber:

https://uk.reuters.com/article/us-usa-trump-future/trump-mulls-a-future-outside-the-white-house-as-2020-options-fade-idUKKBN27T2TX






Elon Musk Menyebut Penangguhan Akun Twitter Donald Trump adalah Kesalahan Besar

57 menit lalu

Elon Musk Menyebut Penangguhan Akun Twitter Donald Trump adalah Kesalahan Besar

Elon Musk mengatakan Twitter memperbaiki kesalahan besar dalam menangguhkan akun Donald Trump. Trump tidak akan menggunakan Twitter lagi.


Pengadilan di Beijing Vonis Kris Wu 13 Tahun Penjara karena Memperdaya dan Memperkosa 3 Wanita

11 jam lalu

Pengadilan di Beijing Vonis Kris Wu 13 Tahun Penjara karena Memperdaya dan Memperkosa 3 Wanita

Salah satu korban Kris Wu, Du Meizhu yang melakukan Gerakan #MeToo mengungkapkan kelegaannya setelah mendengar vonis dijatuhkan.


Meta Pecat Puluhan Karyawan yang Membajak Akun Facebook dan Instagram Pengguna

1 hari lalu

Meta Pecat Puluhan Karyawan yang Membajak Akun Facebook dan Instagram Pengguna

Orang dalam yang dipecat Meta salah satunya justru yang bekerja pada bagian keamanan.


15 Ucapan Hari Guru Nasional 2022

1 hari lalu

15 Ucapan Hari Guru Nasional 2022

Sebagai bentuk untuk memeriahkan Hari Guru Nasional 2022, Anda dapat memberikan ucapan untuk guru Anda.


Setelah Bebaskan Akun Trump, Elon Musk Bikin Polling Amnesti Umum

1 hari lalu

Setelah Bebaskan Akun Trump, Elon Musk Bikin Polling Amnesti Umum

Polling-polling yang dibuat Elon Musk ini bertolak belakang dengan janjinya tak lama setelah mengakuisisi Twitter soal Dewan Moderasi.


Mike Pence Dibujuk Agar Bersaksi atas Serangan di US Capitol

2 hari lalu

Mike Pence Dibujuk Agar Bersaksi atas Serangan di US Capitol

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat berupaya meminta Mike Pence bersaksi soal dugaan pelanggaran hukum Donald Trump pada serangan di US Capitol.


Korban Pelecehan Seksual New York di Masa Lalu Bisa Tuntut Pelaku, Trump Terancam?

2 hari lalu

Korban Pelecehan Seksual New York di Masa Lalu Bisa Tuntut Pelaku, Trump Terancam?

Orang dewasa korban pelecehan seksual di New York mendapat kesempatan untuk menuntut atas dugaan kejahatan yang mereka alami puluhan tahun lalu


Faktor Psikologis Mengapa Orang Cenderung Mudah Marah dan Mudah Tersinggung

2 hari lalu

Faktor Psikologis Mengapa Orang Cenderung Mudah Marah dan Mudah Tersinggung

Faktor psikologis penyebab umum perasaan lekas marah dan mudah tersinggung antara lain ada trauma masa lalu, tekanan batin, kecemasan, dan autisme.


Duta Piala Dunia 2022 Ghanim Al Muftah, Memilih Jalan dengan Tangan Menolak Kursi Roda

2 hari lalu

Duta Piala Dunia 2022 Ghanim Al Muftah, Memilih Jalan dengan Tangan Menolak Kursi Roda

Ghanim Al Muftah mencuri perhatian saat pembukaan Piala Dunia 2022 Qatar. Ia menolak gunakan kursi roda, memilih jalan dengan tangannya.


Profil Sung Yong Kim Anak Seoul Jadi Duta Besar AS untuk Indonesia, Apa Misinya?

3 hari lalu

Profil Sung Yong Kim Anak Seoul Jadi Duta Besar AS untuk Indonesia, Apa Misinya?

Sung Yong Kim dilantik sebagai Duta Besar AS sejak Oktober 2020 oleh Donald Trump dan berlanjut hingga era Joe Biden. Begini misinya.