Redakan Stres Akibat Pemilu AS, Warga Berburu Junk Food dan Minuman Beralkohol

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Amerika menyaksikan siaran hasil sementara Pemilu AS melalui televisi di Sydney, Australia, 4 November 2020. REUTERS

    Warga Amerika menyaksikan siaran hasil sementara Pemilu AS melalui televisi di Sydney, Australia, 4 November 2020. REUTERS

    TEMPO.CO, Pemilihan umum Amerika Serikat (Pemilu AS) menyajikan persaingan ketat antara calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, dan kandidat dari Partai Demokrat, Joe Biden. Warga yang tegang menantikan hasil akhir penghitungan banyak yang mencari cemilan untuk menenangkan diri.

    Seperti diberitakan CNN, data menunjukkan warga AS banyak yang menelusuri Google dengan memasukkan kata kunci seperti 'cookies dekat saya', 'makanan Cina dekat saya', 'toko minuman keras dekat saya', 'pizza dekat saya', 'burger dekat saya', dan 'kentang goreng di dekat saya'. Menurut Google Trends, kata-kata kunci tersebut mencapai titik tertinggi pencariannya sepanjang masa pada Selasa malam.

    Kolumnis rubrik teknologi New York Times, Kevin Roose, mengunggah foto kondisi rak bahan makanan di toko Ben & Jerry's yang kosong. "Indeks kecemasan: seluruh freezer di toko Ben and Jerry kosong," katanya lewat Twitter pada Selasa malam dikutip dari CNN, Kamis, 5 November 2020.

    Banyak pengguna Twitter lain membalas cuitan Roose dengan mengunggah foto yang menunjukkan rak minuman keras, lemari es, hingga mangkuk es krin yang kosong di berbagai toko makanan.

    Menyantap makanan dan meminum  minuman beralkohol saat pikiran sedang stres adalah kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang. Menurut sebuah penelitian dari Harvard, gula dan lemak yang terkandung dalam cemilan memiliki efek meredakan stres. Hal ini yang memicu banyak orang ingin ngemil saat sedang stres.

    Selain itu, penduduk Amerika dikenal suka mengkonsumsi minuman keras untuk meredakan stres. Pada hari pemilihan, perusahaan pengiriman minuman beralkohol Drizly melaporkan peningkatan penjualan sebesar 68 persen dibandingkan empat pekan sebelumnya.

    Drizly yang beroperasi di 26 negara bagian mengatakan pesanan naik secara keseluruhan. Penjualan minuman beralkohol di negara-negara bagian yang dikenal sebagai basis Partai Demokrat mengalami kenaikan 75 persen. Sementara di negara bagian pendukung Republik penjualan alkohol naik 33 persen.

    Sumber

    https://edition.cnn.com/2020/11/04/business/americans-junk-food-election/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.