Hadapi Pengunjuk Rasa, Raja Thailand: Saya Menyayangi Mereka Semua

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Thailand Maha Vajiralongkorn bersama Ratu Suthida, memberikan penghormatan di monumen Raja Rama I untuk menghormati dimulainya dinasti Chakri di Bangkok, Thailand, 6 April 2020. REUTERS/Athit Perawongmetha/Pool

    Raja Thailand Maha Vajiralongkorn bersama Ratu Suthida, memberikan penghormatan di monumen Raja Rama I untuk menghormati dimulainya dinasti Chakri di Bangkok, Thailand, 6 April 2020. REUTERS/Athit Perawongmetha/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, akhirnya bersuara terkait desakan warga agar Pemerintah dan Kerajaan Thailand direformasi. Dalam laporan khusus CNN, Ia mengaku optimistis akan ada jalan keluar atas desakan warga. Ia bahkan memberi sinyal bahwa Thailand siap bernegosiasi dengan warga yang berunjuk rasa

    "Thailand adalah tanah yang mengakui kompromi," ujar Maha Vajiralongkorn, melempar sinyal gencatan atas ketegangan di Thailand, dikutip dari CNN, Senin, 2 November 2020.

    Sebagaimana diketahui, Thailand sudah berbulan-bulan diwarnai dengan unjuk rasa warga. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanda-tanda unjuk rasa itu akan usai. Adapun unjuk rasa itu sudah dimulai sejak bulan Februari 2020 lalu.

    Pemicu unjuk rasa itu sendiri adalah dibubarkannya Future Forward Party (FFP) . Partai tersebut dijagokan oleh banyak warga Thailand karena pandangannya yang progresif dan anti-koruptif. Ketika partai tersebut dibubarkan, warga curiga ada pertimbangan politik di baliknya mengingat FFP sangat kritis terhadap Junta Thailand.

    Monarki Thailand ikut terseret dalam gelombang protes yang ada. Hal itu tak lepas dari berbagai aksi Maha Vajiralongkorn yang dianggap tidak pro rakyat dan lebih untuk kepentingan diri sendiri. Beberapa di antaranya adalah amandemen Konstitusi Thailand serta perubahan status kepemilikan aset-aset kerajaan yang sebelumnya berstatus milik publik.

    Maha Vajiralongkorn enggan berkomentar detil soal desakan reformasi yang hadir di unjuk rasa. Ia hanya menyatakan bahwa apapun desakan warga, ia akan tetap menyayangi mereka sebagai rakyatnya.

    "Kami mencinta mereka semua secara adil dan apa adanya," ujar Maha Vajiralongkorn yang mengulangi tiga kali ucapan tersebut. Awalnya, ia sempat menjawab "no comment".

    Komentar langsung dari Maha Vajiralongkorn adalah hal yang langka. Selama unjuk rasa berlangsung, wartawan dari luar negeri dipersulit dalam mewawancarai pihak monarki. Baru pada pekan lalu wartawan-wartawan luar negeri diperbolehkan meliput kegiatan Maha Vajiralongkorn di depan para loyalisnya.

    Biasanya, kegiatan Raja Thailand terbatas pada media lokal saja. Dengan kata lain, mulai terbukanya Maha Vajiralongkorn mulai menandakan ia peduli pada citra internasionalnya. Apalagi, ia sempat diduga melanggar hukum karena melakukan urusan politik dalam negeri di Jerman.

    CNN

    https://edition.cnn.com/2020/11/01/asia/thailand-king-vajiralongkorn-protests-intl-hnk/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.