Pemilu Amerika Serikat Memasuki Kampanye Terakhir

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkampanye di Billings, Montana, pada Kamis, 6 September 2018, mendesak pendukungnya untuk mencoblos pada pemilu tengah pada November 2018 agar dia tidak terkena pemakzulan. AP via Chicago Tribune

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkampanye di Billings, Montana, pada Kamis, 6 September 2018, mendesak pendukungnya untuk mencoblos pada pemilu tengah pada November 2018 agar dia tidak terkena pemakzulan. AP via Chicago Tribune

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Amerika Serikat inkumben, Donlad Trump, hari ini mengawali rentetan kampanye terakhirnya hingga Senin, 2 November 2020 dalam pemilu Amerika. Ia akan berkampanye di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran dengan pesaingnya, Joe Biden

    Seperti dikutip dari Reuters, Trump akan berkampanye di 10 titik dalam dua hari ini. Ini merupakan jadwal kampanye tersibuk Trump selama masa pemilu presiden Amerika 2020. 

    Presiden AS Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden menjawab pertanyaan selama debat presiden kedua dan terakhir di Curb Event Center di Belmont University di Nashville, Tennessee, AS, 22 Oktober 2020. Trump telah mengekor Biden dalam jajak pendapat selama berbulan-bulan, meskipun persaingan lebih ketat di beberapa negara bagian yang kemungkinan besar akan memutuskan pemilihan. [Morry Gash / Pool melalui REUTERS]

    Trump akan menggelar rapat umum di Michigan, Iowa, North Carolina, Georgia dan Florida pada Minggu, 1 November 2020. Sedangkan pada Senin, ia berkampanye di North Carolina, Pennsylvania dan Wisconsin, dan dua titik di Michigan. Ia akan mengakhiri rangkaian kampanyenya pada Senin malam, 2 November 2020, di Grand Rapids, Michigan. 

    Sementara itu, Joe Biden hari ini berkampanye di Pennsylvania, negara bagian yang mungkin bakal menentukan pemenang pilpres. Biden menjadikan cara penanganan Covid-19 oleh Presiden Trump sebagai senjatanya untuk meraih hati para pemilih. 

    Jumlah infeksi virus corona di Amerika Serikat terus meningkat. Di Negara Abang Sam itu, tercatat ada lebih dari 9 juta kasus, dengan hampir 230 ribu orang meninggal. 

    Jajak pendapat nasional menunjukkan Biden mengungguli Trump. Namun survei di beberapa negara bagian menunjukkan selisih suara yang tipis antara Trump dan Biden. 

    Untuk memenangkan kembali pemilu presiden Amerika, Trump harus unggul di negara bagian yang empat tahun lalu ia kuasai seperti Florida, Georgia, North Carolina, Ohio, Iowa, dan Arizona, dan setidaknya mengamankan satu negara bagian Midwestern seperti Pennsylvania, Michigan atau Wisconsin.

    Sumber: https://www.reuters.com/article/idUSKBN27H12Z?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.