Gizi Buruk, Nyawa 100 Ribu Anak di Yaman Terancam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wadah Askari Mesheel, berusia 11 bulan, tiba di sebuah klinik di Aslam, Yaman, dengan gizi buruk yang parah. Dia meninggal delapan jam kemudian. [Tyler Hicks / The New York Times]

    Wadah Askari Mesheel, berusia 11 bulan, tiba di sebuah klinik di Aslam, Yaman, dengan gizi buruk yang parah. Dia meninggal delapan jam kemudian. [Tyler Hicks / The New York Times]

    TEMPO.CO, Jakarta - Laporan PBB mengungkap diperkirakan sekitar 100 ribu anak di Yaman terancam kehilangan nyawanya karena gizi buruk atau kekurangan gizi yang akut. Bencana kelaparan ini seiring dengan krisis pangan di sana. 

    Pemicu malnutrisi di Yaman kian memburuk pada 2020. Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, penurunan ekonomi, banjir, konflik bersenjata yang meningkat, dan berkurangnya dana bantuan membuat warga yang mengalami kelaparan parah di sana meningkat. 

    “Kami telah memperingatkan sejak Juli bahwa Yaman berada di ambang krisis ketahanan pangan yang dahsyat. Jika perang tidak berakhir sekarang, kami mendekati situasi yang tidak dapat diubah dan berisiko kehilangan seluruh generasi anak-anak Yaman," kata Lise Grande, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Yaman, dikutip dari Reuters, Kamis, 29 Oktober 2020.

    Kondisi tubuh Hassan Merzan Muhammad yang menderita gizi buruk saat diperiksa di sebuah rumah sakit di Aslam, Yaman, 18 Juli 2020. Wabah virus Corona, serangan hama belalang, berkurangnya bantuan dana dari pemerintah, hingga banjir membuat kondisi anak-anak penderita gizi buruk semakin parah. REUTERS/Eissa Alragehi

    Menurut hasil analisis UN Integrated Food Security Phase Classification (IPC) tentang malnutrisi di Yaman selatan, kasus gizi buruk akut pada balita dan anak meningkat sekitar 10 persen pada 2020 atau menjadi lebih dari setengah juta anak. Kasus anak-anak dengan malnutrisi akut parah, yang mengancam jiwa, meningkat 15,5 persen menjadi 98 ribu dan seperempat juta wanita hamil atau menyusui membutuhkan perawatan malnutrisi. 

    Perwakilan PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Jens Laerke, mengatakan Yaman saat ini ibarat sedang berada di ujung tebing.

    "Dan orang pertama yang jatuh dari tebing itu mereka adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun. Hampir 100 ribu dari mereka menghadapi risiko kematian," ucap dia. 

    PBB telah menggambarkan Yaman sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia dengan 80 persen populasinya bergantung pada bantuan kemanusiaan. Seorang pejabat PBB mengatakan PBB berusaha menghidupkan kembali pembicaraan damai untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang dan mendorong Yaman ke ambang kelaparan. 

    PBB mengatakan pada pertengahan Oktober ini hanya menerima dana bantuan US$ 1,43 miliar dari US$ 3,2 miliar yang dibutuhkan untuk seluruh tanggapan kemanusiaan Yaman 2020.

    Layanan pemenuhan gizi dan lainnya yang bertujuan untuk mencegah jutaan orang dari kelaparan dan penyakit secara bertahap ditutup di Yaman di tengah kekurangan dana yang akut tahun ini. 

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-yemen-security-malnutrition/child-malnutrition-at-record-highs-in-parts-of-yemen-u-n-survey-idUSKBN27C0Q9


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.