Perdana Menteri Thailand Abaikan Seruan Mengundurkan Diri

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha. REUTERS

    Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha menolak seruan dari partai-partai oposisi agar dia mengundurkan diri dalam sebuah sesi parlemen, Selasa, 27 Oktober 2020. Rapat parlemen itu untuk berdiskusi setelah unjuk rasa menuntut agar Prayuth hengkang dari jabatan dan melakukan reformasi Kerajaan Thailand.

    “Saya tidak akan lari dari masalah. Saya tidak akan meninggalkan tugas saya dengan mengundurkan diri saat negara punya masalah,” kata Prayuth dihadapan anggota parlemen Thailand.

    PM Thailand, Prayuth Chan-ocha. AP

    Thailand diguncang unjuk rasa yang dilakukan hingga puluhan ribu orang sejak pertengahan Juli 2020, yang salah satunya menuntut adanya reformasi kerajaan. Ini telah menjadi tantangan terbesar selama bertahun-tahun bagi Negeri Gajah Putih itu, yang ingin menegakkan sebuah kemapanan yang selama ini didominasi oleh orang-orang militer, yang dekat dengan kerajaan.      

    Pihak istana Raja Maha Vajiralongkorn belum mau berkomentar sejak unjuk rasa dimulai, di mana hal tabu untuk mengkritisi Kerajaan.

    Anggota parlemen dari kubu oposisi mengatakan kepada Prayuth agar berhenti bersembunyi dibalik proklamasi kesetiaan pada kerjaan dan mengundurkan diri saja. Para pengkritik Prayuth mengatakan mantan panglima militer Thailand itu telah merekayasa pemilu tahun lalu supaya dia tetap berkuasa. Namun Prayuth berkeras pemilu itu adil.

    Prayuth berkuasa di Thailand sejak 2014. Salah satu pemimpin aksi unjuk rasa Tattep Ruangprapaikitseree, menolak menghadiri sesi parlemen itu dengan mengatakan pertemuan tersebut tak berguna.

    Prayuth mengatakan dia sudah setuju untuk membentuk sebuah komite guna mempelajari masalah-masalah di Thailand, yang diprotes para demonstran.

    “Saya tidak tahu kepada siapa saya harus berbicara karena tidak ada pemimpin (demonstran),” kata Prayuth.

    Beberapa tokoh politik masuk dalam daftar puluhan orang yang ditahan bulan ini menyusul dilakukannya sebuah langkah darurat selama sepekan. Langkah tanggap darurat itu, malah memicu unjuk rasa yang lebih besar. Dukungan dari para loyalis sejauh ini sudah berkurang, dibanding demonstran anti-pemerintah Thailand.

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-thailand-protests/thai-pm-prayuth-vows-to-carry-on-despite-calls-to-quit-idUSKBN27C1I3  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berenang Saat Covid-19

    Ingin berenang saat pandemi Covid-19? Jangan takut! Berikut tipsnya.