Demonstran Thailand Sebut Mereka Manusia Bukan Debu

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo terlibat bentrokan dengan petugas polisi selama protes anti-pemerintah, di Bangkok, Thailand, Jumat, 16 Oktober 2020. Polisi Thailand menembakkan meriam air ke ribuan pengunjuk rasa pada hari Jumat dalam demonstrasi menentang pemerintah Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan pemimpin junta. REUTERS/Soe Zeya Tun

    Pendemo terlibat bentrokan dengan petugas polisi selama protes anti-pemerintah, di Bangkok, Thailand, Jumat, 16 Oktober 2020. Polisi Thailand menembakkan meriam air ke ribuan pengunjuk rasa pada hari Jumat dalam demonstrasi menentang pemerintah Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, mantan pemimpin junta. REUTERS/Soe Zeya Tun

    TEMPO.CO, Jakarta - Peserta demonstrasi di Thailand menyebut diri mereka manusia dan bukan debu saat berpawai menuju kantor Kedutaan Besar Jerman di Bangkok.

    Mereka mendatangi kedubes karena Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, banyak menghabiskan waktunya di Bavaria, Jerman.

    “Era perubahan telah tiba. Arus demokrasi tidak bisa dihentikan. Feodalisme jatuh, hidup rakyat,” begitu pernyataan yang dibacakan di depan gedung Kedubes Jerman seperti dilansir Reuters pada Senin, 26 Oktober 2020.

    Demonstran juga mengirim surat kepada pemerintah Jerman lewat kedubes. Isinya meminta pemerintah Jerman menginvestigasi apakah raja berbisnis di sana, apakah raja harus membayar pajak terkait meninggalnya Raja Bhumibol Adulyadej pada 2016.

    Surat itu juga menyoal tentang dugaan pelanggaran HAM dan gaya hidup raja selama tinggal di Jerman.

    Demonstrasi di Thailand ini telah berlangsung selama tiga bulan. Mereka menuntut PM Prayuth Chan-o-cha untuk mundur karena dituding merekayasa pemilu 2019 dengan pembuatan konstitusi baru, yang dirancang militer.

    Demonstrasi juga menuntut konstitusi baru dan reformasi kerajaan Thailand agar tidak mencampuri urusan politik negara.

    Sumber

    https://www.reuters.com/article/us-thailand-protests/thai-protesters-human-beings-not-dust-march-in-challenge-to-king-idUSKBN27B0B1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.