Arab Saudi Mengecam Publikasi Kartun Nabi Muhammad di Prancis

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang berkumpul di depan sekolah Bois d'Aulne untuk mengenang Samuel Paty di Conflans St Honorine, Prancis, pinggiran kota Paris, 17 Oktober 2020. Diduga berita tentang Samuel Paty terdengar oleh pelaku yang kemudian nekat melakukan tindakan keji tersebut. REUTERS/Charles Platiau

    Orang-orang berkumpul di depan sekolah Bois d'Aulne untuk mengenang Samuel Paty di Conflans St Honorine, Prancis, pinggiran kota Paris, 17 Oktober 2020. Diduga berita tentang Samuel Paty terdengar oleh pelaku yang kemudian nekat melakukan tindakan keji tersebut. REUTERS/Charles Platiau

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi pada Selasa mengutuk kartun Nabi Muhammad dan segala upaya untuk menghubungkan Islam dengan terorisme, tetapi tidak menggemakan seruan oleh negara-negara Muslim lainnya untuk melakukan tindakan terhadap gambar-gambar Nabi Muhammad yang ditampilkan di Prancis.

    Seorang pejabat kementerian luar negeri Saudi juga mengatakan negara Teluk mengutuk semua tindakan terorisme, mengacu pada pemenggalan seorang guru di Paris bulan ini oleh seorang radikal Islam sebagai balas dendam penggunaan kartun Nabi Muhammad di kelas untuk kebebasan ekspresi.

    Kerajaan Arab Saudi, tempat kelahiran Islam, mengutuk tindakan teroris apa pun dan menyerukan kebebasan intelektual serta budaya untuk mempromosikan rasa hormat, toleransi, dan perdamaian.

    "Kebebasan berekspresi dan budaya harus menjadi mercusuar untuk menghormati, toleransi dan perdamaian yang menolak praktik dan tindakan yang menimbulkan kebencian, kekerasan dan ekstremisme dan bertentangan dengan koeksistensi,” kata pernyataan media pemerintah Arab Saudi, Saudi Press Agency, seperti dikutip dari Reuters, 27 Oktober 2020.

    Sejumlah toko ritel di Kuwait menarik produk asal Prancis terkait penggunaan kartun Nabi Muhammad. Middle East Monitor

    Gambar Nabi Muhammad telah memicu kemarahan di dunia Muslim dengan pemimpin Turki menyerukan boikot barang-barang Prancis. Parlemen Pakistan mengeluarkan resolusi yang mendesak pemerintah untuk menarik duta besarnya dari Paris.

    Di Arab Saudi, seruan untuk memboikot jaringan supermarket Prancis Carrefour menjadi tren di media sosial, meskipun dua toko utama yang dikunjungi Reuters di Riyadh pada hari Senin tampak sibuk seperti biasanya. Seorang perwakilan perusahaan di Prancis mengatakan belum merasakan dampak apa pun.

    Majid Al Futtaim yang berbasis di Uni Emirat Arab, yang memiliki dan mengoperasikan supermarket Carrefour di seluruh Timur Tengah, mengatakan rantai itu mendukung ekonomi regional dengan mengambil sebagian besar barang dari pemasok lokal dan mempekerjakan ribuan orang.

    "Kami memahami bahwa ada kekhawatiran di antara konsumen di seluruh wilayah saat ini dan kami sedang memantau situasi dengan cermat," katanya pada Senin.

    Di negara tetangga Arab Saudi, Kuwait, beberapa supermarket telah menarik produk Prancis di bawah arahan serikat koperasi.

    Sumber:

    https://uk.reuters.com/article/uk-france-security-boycott-saudi/saudi-arabia-condemns-cartoons-offending-prophet-mohammad-idUKKBN27C0FV

    https://www.arabnews.com/node/1754696/saudi-arabia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.