Antisipasi Cina, Jepang-Amerika Gelar Latihan Perang Skala Besar

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Induk Angkatan Laut Amerika USS Ronald Reagan dan USS Carl Vinson, saat mengikuti latihan gabungan dengan Jepang di Laut Jepang, 1 Juni 2017. (Mass Communications Specialist 2nd Class Kenneth Abbate/U.S. Navy via AP)

    Kapal Induk Angkatan Laut Amerika USS Ronald Reagan dan USS Carl Vinson, saat mengikuti latihan gabungan dengan Jepang di Laut Jepang, 1 Juni 2017. (Mass Communications Specialist 2nd Class Kenneth Abbate/U.S. Navy via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Militer Amerika Serikat dan Jepang memulai latihan perang bersama untuk angkatan darat, laut dan udara pada Senin, 27 Oktober 2020.

    Latihan bernama Keen Sword ini digelar untuk menunjukkan kekuatan mereka dalam menghadapi aktivitas militer Cina, yang meningkat di sekitar Jepang.

    "Situasi keamanan di sekitar Jepang semakin parah. Ini memberi kami kesempatan untuk mendemonstrasikan kekuatan aliansi Jepang-AS, ” kata Komandan Militer Utama Jepang Jenderal Koji Yamazaki dikutip dari Reuters pada Senin, 26 Oktober 2020.

    Latihan perang ini merupakan latihan besar bersama pertama kedua negara sejak Yoshihide Suga menjadi perdana menteri Jepang pada September.

    Latihan ini berupaya meningkatkan kemampuan militer untuk melawan Cina, yang mengklaim sejumlah pulau milik Jepang di Laut Cina Timur.

    Latihan ‘Keen Sword’ ini digelar setiap dua tahun dan melibatkan puluhan kapal perang, ratusan pesawat, serta 46 ribu tentara dari tiga angkatan baik dari Jepang dan Amerika Serikat. Latihan ini berlangsung hingga 5 November dan meliputi simulasi peperangan di dunia maya dan perang elektronik atau electronic warfare untuk pertama kalinya.

    Latihan ini juga melibatkan kapal perang terbesar Jepang, Kaga, yang baru kembali dari patroli di Laut Cina Selatan dan Samudera Hindia.

    Kapal sepanjang 248 meter itu akan ditemani kapal induk USS Ronald Reagan beserta kapal perusak pengawalnya. 

    Letnan Jenderal Kevin Schneider, Komandan Pasukan AS-Jepang, dalam kesempatan yang sama menunjukkan aktivitas Cina baru-baru ini yang membuat khawatir Washington dan Tokyo.

    Beberapa di antaranya adalah pemberlakuan undang-undang keamanan baru di Hong Kong yang dianggap merusak otonomi wilayah itu, pembangunan militer Cina di Laut Cina Selatan, dan gangguan terhadap Taiwan oleh militer Cina selama beberapa bulan terakhir.

    Adapun pemerintah Cina mengatakan niatnya di kawasan itu untuk tujuan damai.

     

    AHMAD FAIZ | REUTERS

     

     

    Sumber

    https://www.reuters.com/article/us-japan-usa-defence/japan-and-u-s-begin-major-military-exercise-as-concern-about-china-grows-idUSKBN27B1HM

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-ciri Berbohong, Perhatikan Bahasa Tubuh Bukan Kata-katanya

    Bahasa tubuh bisa mencerminkan apakah orang tersebut sedang berbohong atau tidak. Berikut ciri-cirinya