Trump Nyoblos di Florida untuk Pemilu Amerika 2020

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump, saat melakukan kampanye setelah negatif Covid-19 di Bandara Internasional Orlando Sanford di Sanford, Florida, 12 Oktober 2020. REUTERS/Jonathan Ernst

    Presiden Donald Trump, saat melakukan kampanye setelah negatif Covid-19 di Bandara Internasional Orlando Sanford di Sanford, Florida, 12 Oktober 2020. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menggunakan hak pilihnya lebih awal untuk pemilu Amerika 2020 pada Sabtu, 24 Oktober 2020.

    Trump menggunakan hak suara untuk memilih di tempat pemungutan suara di perpustakaan di Palm Beach County, Florida, kemarin. Pemilu akan berlangsung secara nasional pada 3 Novemver 2020.

    "Saya memilih seorang pria bernama Trump," kata Trump usai memilih seperti dilansir NPR, Ahad, 25 Oktober 2020.

    Masa kampanye pemilihan presiden AS masih tersisa 10 hari. Namun, banyak warga yang menggunakan hak suaranya lebih awal. Merujuk pada data dari US Election Project, lebih dari 50 juta orang telah menggunakan hak pilih baik melalui surat atau secara langsung.

    Trump mengatakan dia memilih secara langsung karena itu lebih aman ketimbang melalui surat. Namun, dia tidak menunjukkan bukti untuk mendukung pernyataannya itu. Meski mengkritik memilih via surat, Trump diketahui pernah melakukannya di masa lalu.

    Setelah memilih, Trump meninggalkan Florida untuk berkampanye di North Carolina dan Ohio. Ia juga akan menggelar rapat umum di Wisconsin, yang saat ini menjadi salah satu daerah paling parah terpapar Covid-19.

    Trump berhadapan dengan eks Wakil Presiden, Joe Biden, yang pernah dua kali menjabat wakil saat Presiden Barack Obama memerintah. 

    AHMAD FAIZ | REUTERS

    Sumber

    https://www.npr.org/2020/10/24/927427383/trump-votes-early-in-florida-says-he-voted-for-a-guy-named-trump


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.