Prancis Usir Keluarga Bosnia Akibat Pukuli Anak Pacaran dengan Pria Serbia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekuntum bunga terlihat di War Childhood Museum sebelum sebuah pameran di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, Jumat, 25 Januari 2019. Menurut seorang anak Suriah yang bernama Alia (14 tahun), bunga ini mengingatkan  pada kebun dan negaranya. REUTERS/Dado Ruvic

    Sekuntum bunga terlihat di War Childhood Museum sebelum sebuah pameran di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, Jumat, 25 Januari 2019. Menurut seorang anak Suriah yang bernama Alia (14 tahun), bunga ini mengingatkan pada kebun dan negaranya. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta -Prancis mengusir satu keluarga Bosnia setelah memukuli dan mencukur rambut anak perempuan mereka yang ingin menikah dengan pria Serbia.

    Adapun anak perempuan yang menjadi korban amarah keluarganya dalam perawatan pelayanan sosial dan mendapat hak tinggal di Prancis saat dia berusia dewasa.

    Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, satu keluarga Bosnia yang terdiri dari lima orang dideportasi dari kota Besancon ke Sarajevo, ibukota Bosnia dan Herzegovina pada Sabtu pagi tadi.

    "Pengusiran dari wilayah negara ini sebagai konsekwensi atas perilaku yang tidak dapat diterima dari sebagian keluarga itu pada Agustus, terutama pemukulan dan pencukuran seorang gadis remaja yang jatuh cinta dengan seorang pemuda Serbia dari agama lain, "kata Kementerian Dalam Negeri seperti dikutip dari Reuters, 24 Oktober 2020.

    ADVERTISEMENT

    Media Prancis melaporkan perempuan Bosnia yang menjadi korban kekerasan keluarganya berusia 17 tahun, Muslim. Kekasihnya, seorang pria Serbia berusia 20 tahun penganut Kristen.

    Perang Bosnia dan Serbia pecah pada tahun 1990-an yang menewaskan lebih dari delapan ribu orang dan disebut sebagai perang terburuk di Eropa setelah Perang Dunia II dilatari kebencian antar etnis dan perebutan kekuasaan setelah Yugoslavia bubar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...