Covid-19 di Prancis Tembus 1 Juta Kasus

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara menunjukkan lapangan Champs de Mars yang sepi di dekat menara Eiffel di Paris saat lockdown yang diberlakukan untuk memperlambat penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Prancis, Kamis, 2 April 2020. Kawasan terkenal yang biasanya ramai oleh warga dan wisatawan ini tampak sunyi. REUTERS/Pascal Rossignol

    Foto udara menunjukkan lapangan Champs de Mars yang sepi di dekat menara Eiffel di Paris saat lockdown yang diberlakukan untuk memperlambat penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Prancis, Kamis, 2 April 2020. Kawasan terkenal yang biasanya ramai oleh warga dan wisatawan ini tampak sunyi. REUTERS/Pascal Rossignol

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Prancis Emmanuel Macron memperpanjang pemberlakuan jam malam di 54 daerah atau hampir  dua pertiga wilayah Prancis. Keputusan ini diambil setelah kasus positif Covid-19 di sana menyentuh angka 1 juta lebih. 

    "Kami harus melakukan ini," kata Macron, dikutip dari Euronews, Sabtu, 24 Oktober 2020.

    Presiden Prancis Emmanuel Macron meninjau pasukan dalam upacara di taman Istana Elysee setelah inagurasi di Paris, Prancis, 14 Mei 2017. Ia menggantikan presiden Francois Hollande. REUTERS/Gonzalo Fuentes 

    Macron menuturkan dari total 54 wilayah yang kena pemberlakuan jam malam, sebanyak 38 daerah jam malamnya lebih lama, yakni mulai pukul 21:00 hingga 06:00 pagi.

    "Dalam fase ini kami tidak punya pilihan lain, mengingat jumlah infeksi per hari. Kami benar-benar ingin menjaga kesehatan kami dan sesama warga," ucap dia usai bertemu dengan tim dari rumah sakit René-Dubos di Pontoise, Val-d'Oise. 

    Prancis mencatatkan rekor baru kemarin saat sebanyak 42.032 orang dinyatakan positif Covid-19. Dengan begitu, total pasien Covid-19 di Prancis per Jumat, 23 Oktober 2020, mencapai 1.041.075 kasus. Jumlah tersebut menjadikan Prancis negara ketujuh di dunia yang kasus virus coronanya menembus angka 1 juta kasus. 

    Kasus virus corona di dunia terbanyak dialami Amerika Serikat dengan 8,4 juta kasus, diikuti oleh India dengan 7,8 juta, Brasil dengan 5,3 juta, Rusia dengan 1,5 juta. Argentina dan Spanyol juga masing-masing lebih dari satu juta kasus. 

    Pasien virus corona di Prancis yang berakhir dengan kematian sudah lebih dari 34 ribu orang. Hampir 10 ribu orang saat ini dirawat di rumah sakit karena Covid-19. 

    Tingkat orang yang dites virus corona di Prancis dan hasilnya positif juga lebih dari 13 persen. Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan jika epidemi tidak diatasi, pemerintah akan mempertimbangkan tindakan yang lebih tegas.

    "Situasinya serius. Ini serius di Eropa, serius di Prancis," katanya pada konferensi pers. 

    Dia mengatakan virus corona berkembang 40 persen dalam satu pekan di Prancis. Jumlah kasus naik dia kali lipat setiap 15 hari. 

    https://www.euronews.com/2020/10/22/france-extends-curfew-to-46-million-people-amid-rising-covid-19-cases

    https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-france-casualties/france-becomes-seventh-country-with-more-than-1-million-covid-19-cases-idUSKBN2782II


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Jaga Jarak yang Tepat Saat Covid-19

    Menjaga jarak adalah salah satu aturan utama dalam protokol Covid-19. Berikut tips untuk menjaga jarak secara efektif.