104 Orang Tewas Diterjang Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Vietnam

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penduduk lokal dan relawan mengirimkan paket bantuan kepada penduduk yang terkena dampak banjir besar di Quang An Commune, Thua Thien Hue, Vietnam, 20 Oktober 2020. Yen Duong/International Federation of the Red Cross (IFRC)/Handout via REUTERS

    Penduduk lokal dan relawan mengirimkan paket bantuan kepada penduduk yang terkena dampak banjir besar di Quang An Commune, Thua Thien Hue, Vietnam, 20 Oktober 2020. Yen Duong/International Federation of the Red Cross (IFRC)/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Banjir bandang dan tanah longsor di Vietnam telah menewaskan sedikitnya 104 orang hingga Selasa kemarin.

    Radio Free Asia melaporkan badai tropis yang menerjang Vietnam, Kamboja dan Laos telah menimbulkan bencana banjir bandang di tiga negara. Dan, bencana ini telah berdampak paling buruk bagi Vietnam.

    Menurut Komite Pengarah Pusat untuk Pengendalian Bencana Alam, 3 provinsi di Vietnam diterjang banjir bandang dan tanah longsor mematikan, yakni provinsi Quang Tri, Thua Thien Hue, dan Quang Nam.

    Hingga kemarin, 27 orang dinyatakan hilang termasuk 15 karyawan pembangkit listrik tenaga air di Quang Tri akibat tanah longsorn pada 12 Oktober lalu.

    Sekitar 90 ribu orang dievakuasi ke tempat lebih tinggi dan aman. Sedikitnya 7 ribu hektar sawah dan lahan pertanian terendam air. Lebih dari 5.800 hewan ternak dan 685 ribu unggas tewas terseret banjir.

    Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc dilaporkan telah menyetujui dana sebesar US$ 4,3 juta dialokasikan untuk penanganan banjir dan seribu ton beras untuk diberikan ke 5 provinsi yang paling parah diterjang banjir dan tanah longsor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?