Warga Spanyol Pro Republik Tuntut Mantan Raja Juan Carlos Diadili

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Raja Spanyol Juan Carlos 1 kabur ke luar negeri di tengah tuduhan telah membuat kesepakatan keuangan yang mungkin menguntungkan dirinya. Raja Juan Carlos dikenal dengan kepemimpinanya yang diktator. Sumber: edition.cnn.com

    Mantan Raja Spanyol Juan Carlos 1 kabur ke luar negeri di tengah tuduhan telah membuat kesepakatan keuangan yang mungkin menguntungkan dirinya. Raja Juan Carlos dikenal dengan kepemimpinanya yang diktator. Sumber: edition.cnn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendemo turun ke jalan kota-kota Spanyol sambil mengibarkan bendera republik menuntut mantan Raja Juan Carlos, untuk dituntut atas kasus korupsi.

    Dengan mengibarkan bendera republik merah, ungu dan kuning, demonstran di 24 kota Spanyol pada Minggu menyerukan penuntutan Juan Carlos I yang meninggalkan Spanyol.

    Mantan raja berusia 82 tahun itu telah tinggal di Uni Emirat Arab sejak meninggalkan Spanyol pada Agustus untuk menghindari mempermalukan putranya, Raja Felipe VI.

    "Kami di sini untuk menyerukan mantan raja yang korup itu diadili dan menuntut republik," kata Juan Morillo, 74 tahun, seorang pensiunan guru, yang bergabung dengan ratusan demonstran di Seville, dilaporkan Reuters, 18 Oktober 2020.

    Meskipun tidak secara formal dalam penyelidikan, Juan Carlos dapat menjadi target dalam dua penyelidikan di Spanyol dan Swiss terkait dugaan korupsi yang terkait dengan kontrak kereta api Arab Saudi berkecepatan tinggi senilai 6,7 miliar euro yang dimenangkan oleh perusahaan-perusahaan Spanyol.

    Jaksa pengadilan tertinggi Spanyol sedang mempertimbangkan apakah akan memperpanjang penyelidikan korupsi dalam kontrak kereta api untuk melibatkan Juan Carlos I secara resmi.

    Mantan raja itu belum berkomentar secara terbuka tetapi pengacaranya Javier Sanchez mengatakan dia akan menghadapi tuntutan jika perlu.

    Sebuah jajak pendapat yang diterbitkan Senin lalu untuk Platform for Independent Media, sekelompok surat kabar sayap kiri, menemukan 40,9% orang Spanyol lebih suka mendirikan republik, sementara 34,9% mengatakan mereka mendukung keluarga kerajaan dan 24,2% mengatakan mereka tidak tahu.

    Sebuah jajak pendapat yang diterbitkan pada bulan Agustus untuk surat kabar ABC pro-monarki Spanyol menemukan 33,5% mendukung republik dan 56% pada monarki, sementara 6% tidak tahu dan 4,1% abstain.

    Sumber:

    https://uk.reuters.com/article/uk-spain-royal-protests/spanish-republicans-take-to-streets-to-call-for-prosecution-of-former-king-idUKKBN2730EK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.