Anggota Satgas COVID-19 Amerika Mengklaim Masker Tidak Efektif

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu anggota Satgas COVID-19 Amerika, Dr. Scott Atlas, membuat pernyataan mengejutkan. Ia mengatakan, masker tidak efektif untuk berlindung dari virus COVID-19. Hal tersebut ia sampaikan via akun twitter-nya.

    "Apakah masker bekerja? TIDAK," ujar Atlas di tweet-nya, sebagaimana dikutip dari kantor berita CNN, Ahad, 18 Oktober 2020.

    Atlas kemudian melanjutkan pernyataan itu dengan memaparkan berbagai interpretasi soal efektivitas masker. Ia pun mentautkan tweet-nya dengan jurnal dari American Institute for Economic Research yang juga mempertanyakan efektivitas dari masker.

    Per berita ini ditulis, tweet terkait sudah dihapus oleh Twitter karena dianggap melanggar aturan. Namun, hal itu tidak menghentikan Atlas untuk melanjutkan penjelasannya. Adapun Atlas mengakhiri penjelasannya dengan mengatakan bahwa dirinya tidak mengajak orang-orang untuk menghindari masker. Sebaliknya, kata ia, dirinya hanya mengingatkan agar masker digunakan sesuai sikon. 

    Salah satu situasi yang dimaksud Atlas adalah apabila seseorang harus berdiri berdekatan dengan orang lain. Dalam situasi tersebut, menurut Atlas, sudah sepantasnya masker dipakai karena resikonya yang tinggi.

    "Jadi, kebijakan yang benar adalah arahan dari Presiden Donald Trump: gunakan masker sesuai fungsinya," ujar Atlas menegaskan yang kemudian di-retweet 664 kali dan menerima 1800 like.

    Pernyataan Atlas sejalan dengan sikap Presiden Amerika Donald Trump selama ini. Donald Trump tidak rutin mengenakan masker selama bertugas, bahkan setelah dirinya sempat tertular COVID-19 sekalipun. Ia tetap pede berpergian ke manapun tidak mengenakan masker dan beberapa kali menyindir mereka yang mendukung penggunaan masker seperti rivalnya, Capres Joe Biden. 

    Di sisi lain, apa yang dikatakan Atlas jelas bertolak belakang dengan arahan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) serta penasehat medis Gedung Putih Anthony Fauci. Keduanya sudah mengimbau warga Amerika untuk memakai masker sejak April lalu. Alasan mereka, karena kapan penularan terjadi sulit disadari, apalagi jika kebetulan datang dari orang tanpa gejala. 

    CDC, dalam satu kesempatan, bahkan sempat mempertanyakan kredibilitas Atlas menjadi anggota Satgas COVID-19. Menurut CDC, Atlas berlatar belakang Neuroradiologis yang tidak berhubungan dengan epidemi.

    ISTMAN MP | CNN

    https://edition.cnn.com/2020/10/17/politics/scott-atlas-face-masks-coronavirus/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.