Chicago Dinyatakan Kota Amerika Dengan Paling Banyak Tikus

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Magawa, seekor tikus kantong Afrika berada di Siem Reap, Kamboja, 25 September 2020. Magawa merupakan salah tikus yang dilatiih untuk mendeteksi ranjau darat, tuberkulosis, dan tikus tersebut disertifikasi setelah satu tahun pelatihan. PDSA UK/Handout via REUTERS

    Magawa, seekor tikus kantong Afrika berada di Siem Reap, Kamboja, 25 September 2020. Magawa merupakan salah tikus yang dilatiih untuk mendeteksi ranjau darat, tuberkulosis, dan tikus tersebut disertifikasi setelah satu tahun pelatihan. PDSA UK/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Chicago memegang penghargaan yang mungkin tidak ingin dimiliki kota manapun di Amerika: Kota Dengan Tikus Terbanyak. Ya, kota yang dijuluki Windy City tersebut kembali ditasbihkan sebagai "Kota Dengan Tikus Terbanyak" oleh perusahaan jasa pengendali hama, Orkin. 'Hebatnya', Chicgao sudah enam kali memegang gelar tersebut.

    Ben Hottel, entomologis dari Orkin, menjelaskan bahwa gelar tersebut diberikan berdasarkan frekuensi pengendalian hama yang berlangsung tiap tahunnya. Dan sepanjang 2020, kata ia, Chicago berhasil mempertahankan frekuensi tersebut dibandingkan kota-kota lainnya yang saling bertukar peringkat.

    "Tikus adalah ahlinya dalam mengendus makanan dan tempat penampungan. Properti-properti hunian adalah habitat ideal untuk mereka. Begitu mereka berhasil menetap, mereka akan cepat berkembang biak," ujar Hottel, dikutip dari CNN, Ahad, 18 Oktober 2020.

    Hottel melanjutkan bahwa masih bertahannya Chicago sebagai kota dengan paling banyak tikus di Amerika bukan berarti tak ada upaya pencegahan. Ia berkata, Chicago sudah berulang kali berupaya untuk menekan populasi tikus di wilayah mereka. Bahkan, satgas khusus tikus, kata Hottel, sudah dibentuk.

    Dikutip dari CNN, Satgas Tikus itu pertama kali dibentuk Chicago tahun 2016 lalu. Saat itu, keluhan akan tikus meningkat 67 persen dibandingkan 2015. Alhasil, Pemerintah Kota Chicago mendeklarasikan apa yang mereka sebut sebagai "Perang Terhadap Tikus".

    "Namun, seiring dengan mulai datangnya musim salju, jumlah tikus berpotensi bertambah pesat. Mereka mulai mencari tempat hangat untuk bertahan dan berkembang biak," ujar Hottel.

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, CDC, ikut berkomentar soal masalah tikus. Mereka bahkan mengaitkannya dengan COVID-19. Dalam situsnya, CDC mengatakan bahwa ditutupnya berbagai restoran untuk menekan pandemi COVID-19 malah meningkatkan aktivitas tikus.

    Penyebabnya, menurut CDC, karena tikus-tikus mulai kehilangan sumber makanan yang biasanya mereka ambil dari limbah rumah makan. "Program pengendalian hama kemungkinan akan meningkat seiring dengan makin agresifnya tikus," ujar pernyataan CDC.

    ISTMAN MP | CNN

    https://edition.cnn.com/2020/10/17/us/chicago-rat-city-2020-trnd/index.html



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.