Kepolisian Ungkap Nama Pemenggal Guru di Prancis

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas polisi mengamankan daerah dekat lokasi serangan penikaman di pinggiran kota Paris, Conflans St Honorine, Prancis, Jumat 16 Oktober 2020. Pelaku ditembak oleh polisi dalam upaya penangkapan dan kemudian meninggal karena luka-lukanya. REUTERS/Charles Platiau

    Petugas polisi mengamankan daerah dekat lokasi serangan penikaman di pinggiran kota Paris, Conflans St Honorine, Prancis, Jumat 16 Oktober 2020. Pelaku ditembak oleh polisi dalam upaya penangkapan dan kemudian meninggal karena luka-lukanya. REUTERS/Charles Platiau

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Prancis akhirnya mengungkap nama pelaku pembunuhan guru bernama Samuel Paty. Dikutip dari kantor berita CNN, pembunuh Paty adalah remaja 18 tahun asal Chechnya yang diketahui bernama Abdoullakh Abouyezidovitch.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Abdoullakh Abouyezidovitch membunuh Paty terkait materi ajarannya di sekolah. Paty diketahui menggunakan foto kartun Nabi Muhammad dari majalah satir Charlie Hebdo untuk mengajar materi kebebasan berpendapat. Materi itu ternyata menimbulkan protes dari sejumlah orang tua murid yang belakangan sampai ke telinga Abdoullakh Abouyezidovitch.

    "Samuel Paty mewakili aset terpenting negeri ini: Sekolah. Dia dibunuh secara pengecut oleh musuh kebebasan berpendapat. Kita akan terus bersatu, tegas, dan tidak takut (atas intimdasi yang ada)," ujar Menteri Pendidikan Prancis, Jean-Michel Blanquer, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Jaksa penuntut untuk tindak pidana terorisme, Jean-Francois Ricard, menambahkan bahwa Abdoullakh Abouyezidovitch bisa menemukan Paty karena mendatangi langsung sekolah tempat ia bekerja, College du Bois d'Aulne, Jumat kemarin. Di sana, kata Ricard, Abdoullakh Abouyezidovitch meminta tolong sejumlah pelajar untuk memberinya petunjuk di mana Paty berada dan seperti apa penampilannya.

    Apakah Abdoullakh Abouyezidovitch sebelumnya kenal dengan Paty atau tidak, Ricard mengaku belum tahu. Hal itu juga berlaku untuk kemungkinan Abdoullakh Abouyezidovitc pernah belajar di sekolah yang sama. Adapun ia bisa memastikan bahwa Abdoullakh Abouyezidovitch adalah sosok baru di mata intelijen Prancis sehingga aksinya tidak tertebak.

    Per berita ini ditulis, Abdoullakh Abouyezidovitch telah tewas ditembak oleh Kepolisian pada Jumat kemarin, di hari yang sama ia memenggal Paty. Di sisi lan, sejumlah bukti perihal ia mengaku berencana membunuh Paty juga sudah ditemukan, berupa pesan yang ia unggah ke Twitter.

    Pembunuhan Paty oleh oleh Abdoullakh Abouyezidovitch tak ayal mengingatkan warga Prancis akan pembantaian di Charlie Hebdo. Pada tahun 2015, 17 orang di kantor Charlie Hebdo dibunuh dalam aksi terorisme yang berlangsung selama 3 hari. Hal tersebut membuat Charlie Hebdo sampai harus memindahkan kantornya dan sekarang bekerja secara underground.

    Sebanyak 14 orang yang terlibat dalam pembantaian tersebut sekarang tengah diadili di Prancis. Melihat aksi Abdoullakh Abouyezidovitch masih ada kaitannya dengan karikatur Nabi Muhammad dari Charlie Hebdo, hal itu menunjukkan dampak dari peristiwa lima tahun lalu belum sepenuhnya hilang. Adapun Charlie Hebdo mengorganisir acara duka untuk Paty Ahad ini.

    ISTMAN MP | CNN

    https://edition.cnn.com/2020/10/17/europe/paris-suburb-man-decapitated-intl/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaga Badan Saat Pandemi Covid-19

    Banyak rutinitas keseharian kita yang dibatasi selama pandemi Covid-19. Salah satunya menyangkut olahraga