Mahathir Mohamad Ragu Anwar Ibrahim Punya Modal Jadi PM Malaysia

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara selama wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020. [REUTERS / Lim Huey Teng]

    Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara selama wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020. [REUTERS / Lim Huey Teng]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad angkat suara perihal klaim Anwar Ibrahim bahwa ia mampu jadi PM baru. Dikutip dari situs CNN, Mahathir Mohamad mengaku ragu Anwar Ibrahim benar-benar berhasil mendapatkan dukungan mayoritas di Parlemen Malaysia.

    Tidak berhenti di situ, Mahathir Mohamad pun ragu Anwar Ibrahim bisa meredam kegaduhan politik di Malaysia, alih-alih menyelesaikannya. Ia berkata, kalaupun Anwar Ibrahim jadi PM baru, politik di Malaysia tidak akan berubah banyak. Ironisnya, Mahathir Mohamad adalah bekas mentor Anwar.

    "Situasinya akan tetap tidak menentu. Apapun skenarionya, tetap akan ada situasi di mana pemerintah tidak hadir di negeri ini," ujar Mahathir Mohamad, dikutip dari CNN, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Perlu diketahui, Anwar Ibrahim sejatinya dipersiapkan Mahathir Mohamad sebagai PM yang baru. Bersama, keduanya berhasil memenangkan Pemilu 2018 sekaligus mengakhiri rezim panjang UMNO yang dihantam kasus korupsi.

    Hubungan keduanya retak di tahun ini karena salah hitungan politis Mahathir Mohamad. Bukannya berhasil menggagalkan kesepakatan Anwar Ibrahim di tahun 2020, Mahathir Mohamad malah membuka jalan Muhyiddin Yasin untuk menjadi PM Malaysia yang baru. Mahathir Mohamad mengklaim dirinya dikhianati Muhyiddin Yasin sementara Anwar Ibrahim mengklaim dikhianati Mahathir Mohamad.

    Selasa kemarin, Anwar Ibrahim kembali berjuang untuk mendapatkan kursi PM Malaysia yang selalu lolos dari tangannya. Ia mendatangi Raja Malaysia, mengklaim didukung 120 dari 220 anggota Parlemen untuk menjadi PM baru.

    Klaimnya diragukan baik oleh politisi maupun oleh Istana Negara. Istana Negara bahkan mengatakan Anwar Ibrahim hanya menyebut angka, tidak menyebut spesifik siapa yang mendukungnya. Belakangan, klaimnya pun dibawa ke proses hukum.

    "(Klaim) itu sudah biasa dari Anwar Ibrahim. Sudah tiga kali dia mengklaim akan PM Malaysia yang sesungguhnya dan baru kemudian mendapati sejatinya tidak ada yang mendukung dia," ujar Mahathir Mohamad.

    Anwar Ibrahim tidak memberikan komentar hingga berita ini ditulis.

    ISTMAN MP | CNN

    https://edition.cnn.com/2020/10/16/asia/malaysia-mahathir-anwar-pm-intl-hnk/index.html



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Fakta Begal Sepeda

    Begal Sepeda yang mulai berkeliaran di Jakarta mulai meresahkan warga Ibu Kota.