Kasus Pajak Terbesar di Amerika, Milyuner Texas Gelapkan Pajak 2 Miliar Dollar

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pajak. shutterstock.com

    Ilustrasi Pajak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Federal Amerika memperkarakan milyuner asal Texas, Robert Brockman, karena ketahuan menggelapkan pajak senilai US$2 miliar (Rp29 triliun). Hal tersebut, menurut Kejaksaan Federal, merupakan kasus penggelapan pajak terbesar dan terumit. yang pernah ada di Amerika.

    "Kompleksitas (dari perkara ini) tidak akan mempengaruhi kinerja aparat penegak hukum. Kerumitan bukanlah alasan untuk membela diri atas tindak pidana federal. Kami tidak ragu memperkarakannya," ujar Pengacara Distrik California, David L. Anderson, dikutip dari kantor berita AP News, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Kejaksaan Federal melanjutkan, Robert Brockman menggelapkan pajak pendapatannya selama kurang lebih 20 tahun. Dalam prosesnya, ia menggunakan perusahaan cangkang dan akun bank rahasia di negara surga pajak seperti Bermuda dan Nevis.

    Praktik itu pun dilakukan dengan sangat hati-hati oleh Brockman agar sulit diendus. Misalnya, ia hanya bertransaksi dan berkomunikasi menggunakan email terenkripsi serta nama sandi. Nama-nama sandinya terinspirasi nama-nama ikan seperti Snapper, Redfish, dan Steelhead. Dan, setiap kali dirinya menggelapkan pajak, Brockman selalu memusnahkan barang bukti yang ada.

    Untuk melakukan semua itu, Brockman dibantu oleh CEO Vista Equity Partners, Robert F. Smith. Smith diketahui sudah sepakat untuk membantu aparat penegak hukum menjerat Brockman dengan menjadi saksi kunci. Walau begitu, Smith dituntut untuk segera melunasi tagihan pajaknya senilai US$139 juta.

    Mengacu pada berkas perkara Robert Brockman, yang merupakan CEO dari perusahaan piranti lunak Reynolds and Reynolds Co, ia dijerat dengan pasal berlapis. Ia dianggap telah menghindari pajak, menggelapkan pajak, penipuan, dan pencucian uang. Hadir di Pengadilan Federal pada Kamis kemarin, ia mengklaim tak bersalah dan bebas dengan jaminan US$1 juta.

    "Brockman mengklaim tidak bersalah dan kami menanti kesempatan untuk membela dirinya atas pasal-pasal yang menjeratnya," ujar pengacara Brockman, Kathryn Keneally.

    ISTMAN MP | AP

    https://apnews.com/article/texas-41a427b03d4c5e65a32f011f5029acfa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.