Jelang Pilpres Amerika, Demokrat Kumpulkan Dana Kampanye 1,5 Miliar Dollar

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kombinasi Joe Biden dan Donald Trump. REUTERS/Mark Makela dan Tom Brenner

    Foto kombinasi Joe Biden dan Donald Trump. REUTERS/Mark Makela dan Tom Brenner

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat berhasil mengumpulkan dana kampanye US$1,5 miliar menjelang Pilpres Amerika yang digelar pada 3 November nanti. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding pencapaian Partai Republikan di periode yang sama, US$623,5 juta, menurut lembaga penggalang dana WinRed.

    Dari angka Rp1,5 miliar tersebut, kurang lebih separuhnya berasal dari tim kampanye capres Joe Biden. Dikutip dari New York Times, Joe Biden berhasil mengumpulkan US$750 juta sejak 1 Agustus hingga akhir September 2020. Adapun proporsi terbesar didapat pada September lalu di mana ia mengumpulkan US$383 juta.

    "Saya belum pernah mengumpulkan uang sebanyak itu sepanjang hidup saya," ujar Joe Biden bangga, Kamis waktu setempat, 15 Oktober 2020.

    Keberhasilan tim Joe Biden mengumpulkan dana kampanye US$750 juta tidak terbayangkan sebelumnya. Ketika proses Pilpres Amerika masih berada di tahap primary, untuk pemilihan capres, Joe Biden diketahui kesulitan mengumpulkan uang. Bahkan, saat dirinya sudah terpilih sebagai capres sekalipun, dana kampanye inkumben Donald Trump jauh lebih unggul dengan US$187 juta.

    Perlahan tapi pasti, Joe Biden mencoba mengejar ketinggalan. Dirinya aktif menggelar berbagai event untuk menggalang dana. Di sisi lain, ia terbantu berbagai blunder yang dlakukan Donald Trump, baik di pemerintahan maupun saat kampanye. Sekarang, kondisinya terbalik, Joe Biden lebih unggul. 

    "Pendapatan terbesar datang di hari terakhir September, sehari sesudah Debat Capres AS. Ia berhasil mengumpulkan US$24 juta hari itu," ujar Manajer Kampanye Joe Biden, Jennifer O' Malley.

    Dengan besarnya dana yang berhasil dikumpulkan, maka tim kampanye Joe Biden bisa lebih agresif melawan Donald Trump. Misalnya, dengan memperbanyak slot tayangan di televisi untuk video-video kampanyenya, terutama di daerah kantong suara.

    Efek dari banyaknya dana kampanye tersebut pun tampak nyata dalam survei elektabilitas dan poplaritas calon presiden. Per berita ini ditulis, Joe Biden berhasil memperkuat posisinya sebagai unggulan dengan perolehan suara 50,4 persen dibandingkan Donald Trump yang hanya 41,2 persen pada survei terakhir NBC.

    Angka tersebut konsisten dengan hasil lembaga-lembaga survei lainnya. Menurut survei RealClearPolitics, Biden disebut unggul 9,2 persen atas Donald Trump. Sementara itu, berdasarkan survei dari FiveThirtyEigth, Joe Biden unggul 10,3 persen dengan potensi menang setinggi 87 persen.

    Donald Trump dan Republikan, hingga berita ini ditulis, belum memberikan komentar.

    ISTMAN MP | REUERS | NYTIMES | CNBC

    https://www.reuters.com/article/us-usa-election/in-split-screen-town-halls-trump-and-biden-squabble-over-coronavirus-response-idUSKBN2700H7

    https://www.nytimes.com/live/2020/10/14/us/trump-vs-biden

    https://www.cnbc.com/2020/10/15/election-polls-biden-holds-large-lead-over-trump-nationally-states-show-closer-race.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Sukses yang Harus Diadopsi Pengusaha di Masa Pandemi Covid-19

    Banyak bisnis menderita di 2020 akibat pandemi Covid-19.