Pandemi Corona, 150 Ribu Warga Singapura Dapat Voucher Belanja Rp 1,6 Juta

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa sekolah dasar mengenakan pelindung wajah saat tiba di sebuah sekolah di Singapura, Selasa, 2 Juni 2020. Singapura memasuki fase pembukaan kembali dari masa pembatasan kegiatan atau

    Seorang siswa sekolah dasar mengenakan pelindung wajah saat tiba di sebuah sekolah di Singapura, Selasa, 2 Juni 2020. Singapura memasuki fase pembukaan kembali dari masa pembatasan kegiatan atau "circuit breaker" terkait COVID-19. (Xinhua/Then Chih Wey)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 150 ribu warga Singapura mendapat bantuan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari berupa voucher belanja gratis senilai 150 dollar Singapura atau setara Rp 1,6 juta pada Oktober ini.

    Situasi perekonomian yang tidak menentu disebabkan pandemi corona menjadi alasan pemerintah Singapura mengeluarkan kebijakan voucher belanja gratis kepada warganya yang kurang mampu secara finansial.

    Syarat penerima voucher adalah warga Singapura, berusia 21 tahun ke atas, tinggal di flat dengan 1 dan 2 kamar, hanya memiliki satu rumah. Voucher diberikan secara perorangan.

    "Penerima yang memenuhi syarat akan mendapatkan voucher melalui surat terdaftar di alamat yang terdaftar di NRIC (National Registration Identity Card) pada Oktober 2020," kata Kementerian Keuangan Singapura dalam pernyataannya kemarin, seperti dikutip dari Channel News Asia.

    Voucher belanja yang masa berlakunya hingga 31 Desember 2021 dapat digunakan di beberapa supermarket yang bekerja sama dengan pemerintah Singapura seperti Giant, FairPrice, Prime Supermarket, dan Supermarket Sheng Siong.

    Warga Singapura kembali akan mendapatkan voucher senilai 150 dollar Singapura pada Desember mendatang dan voucher senilai 100 dollar Singapura akan dikeluarkan pada Oktober 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.