Pemimpin Demo Thailand Minta Tuduhan Penghianatan Dicabut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bangkok: Tujuh orang pemimpin aksi demonstrasi Thailand menuntut pemerintah mencabut tuduhan penghianatan terhadap mereka. Jika tuduhan itu dicabut, mereka siap menyerahkan diri kepada polisi.Pengadilan Kriminal Thailand pada 27 Agustus mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap sembilan orang pemimpin aksi demonstrasi dari Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD), sehari setelah para pendukungnya menduduki kantor perdana menteri di Bangkok.Polisi telah menangkap dua pemimpin PAD, yaitu Chamlong Srimuang dan Chaiwat Sinsuwong. Tujuh orang pemimpin yang masih bebas meminta pendukungnya melakukan aksi di parlemen pada Selasa. Unjuk rasa ini berakhir rusuh dengan ratusan korban luka setelah bentrok dengan polisi."Jika pengadilan hari ini mencabut tuduhan penghianatan, saya akan mencari jaminan untuk Chamlong Srimuang dan Chaiwat Sinsuwong, sementara tujuh orang lainnya akan menyerahkan diri ke polisi untuk melawan tuduhan lainnya," kata pengacara PAD Suwat Apaipak kepada wartawan.Selain tuduhan penghianatan yang diancam hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup, sembilan orang itu juga menghadapi tuduhan pertemuan ilegal. Hari ini pengadilan akan mengumumkan putusan atas banding melawan surat penangkapan itu.AFP | JULI

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.