Pakar HAM PBB Minta Vonis Hukuman Mati untuk Penyanyi Nigeria Dicabut

Reporter

Editor

Budi Riza

Markas Dewan Hak Asasi Manusia di PBB di Jenewa, Swiss 20 Juni 2018.[REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar Hak Asasi Manusia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB meminta pemerintah Nigeria untuk membebaskan penyanyi berusia 22 tahun yang dijatuhi hukuman mati karena lagu yang diduga menghujat.

Tim pelapor HAM PBB menilai hukuman itu melanggar hukum internasional.

Yahaya Aminu Sharif telah dijatuhi hukuman mati pada Agustus 2020 oleh pengadilan syariah di Kota Kano, yang merupakan pusat komersil Nigeria, Kota ini berpenduduk mayoritas Muslim di wilayah utara. Sharif terkena kasus ini setelah dia menyanyikan lagu itu dan membagikannya lewat aplikasi WhatsApp.

“Musik bukanlah kejahatan," begitu pernyataan kelompok pelapor PBB seperti Reuters pada Senin, 28 September 2020.

“Penerapan hukuman mati terhadap ekspresi artistik atau untuk berbagi lagu di internet merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum Hak Asasi Manusia internasional, serta konstitusi Nigeria,“ kata Karima Bennoune, seorang pelapor khusus tentang hak budaya.

Pakar Hak Asasi Manusia menilai Nigeria harus membatalkan hukuman mati dan menjamin keamanan penyanyi itu saat dia mengajukan banding.

Para pengunjuk rasa yang marah dengan lagu itu telah membakar rumah keluarga Sharif pada 4 Maret 2020 lalu.

Juru bicara peradilan negara bagian Kano, yang menjalankan pengadilan syariah dan pengadilan sipil, mengatakan keputusan itu diambil dengan dukungan asas legalitas. Dia mengaku tidak tahu jika Sharif mengajukan banding.

“Jika kami diminta membebaskannya, itu harus melalui prosedur hukum,“ kata juru bicara Baba Jibo Ibrahim.

Dilansir dari Reuters, sistem peradilan Kano telah menjadi sorotan sejak pengadilan syariah yang sama juga menghukum seorang bocah lelaki berusia 13 tahun dengan hukuman 10 tahun penjara pada bulan lalu.

Ini terjadi setelah bocah itu dinyatakan bersalah membuat pernyataan yang dinilai menghujat saat terjadi pertengkaran.

Kepala Auschwitz Memorial Polandia telah menulis surat kepada Presiden Nigeria untuk memintanya mengampuni bocah itu, yang bernama Omar Farouq, dan sekaligus menawarkan diri untuk menjalani sebagian dari masa hukuman penjara yang ditetapkan pengadilan.

FARID NURHAKIM | REUTERS

Sumber:

https://www.reuters.com/article/us-nigeria-crime-blasphemy/music-is-not-a-crime-u-n-experts-urge-nigeria-to-lift-singers-death-sentence-idUSKBN26J1Q3?il=0






SMA Labschool Jakarta di Kompetisi Harvard Model United Nations 2023

2 hari lalu

SMA Labschool Jakarta di Kompetisi Harvard Model United Nations 2023

SMA Labschool Jakarta kembali berangkat ke Amerika Serikat untuk kompetisi internasional Harvard Model United Nations (HMUN) pada tahun ini.


PBB: Penanaman Opium Myanmar Melonjak di Bawah Junta Militer

4 hari lalu

PBB: Penanaman Opium Myanmar Melonjak di Bawah Junta Militer

PBB dalam laporannya menyebut penanaman opium di Myanmar melonjak 33 persen pada tahun lalu


Laporan PBB: Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 Diprediksi Turun, Terendah dalam Beberapa Dekade Terakhir

4 hari lalu

Laporan PBB: Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 Diprediksi Turun, Terendah dalam Beberapa Dekade Terakhir

PBB memprediksi pertumbuhan ekonomi global melambat dari sekitar 3,0 persen pada 2022 menjadi 1,9 persen pada 2023


Asia-Pasifik Mundur dalam Mencapai Target Ketahanan Pangan

5 hari lalu

Asia-Pasifik Mundur dalam Mencapai Target Ketahanan Pangan

Kawasan Asia-Pasifik mengalami kemunduran dalam mencapai target ketahanan pangan.


PBB Berunding soal Hak Perempuan dengan Taliban

6 hari lalu

PBB Berunding soal Hak Perempuan dengan Taliban

Taliban masih membatasi hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan.


PBB: Pandemi Covid-19 Menurunkan Kasus Perdagangan Manusia

6 hari lalu

PBB: Pandemi Covid-19 Menurunkan Kasus Perdagangan Manusia

Menurut UNODC, perang Ukraina berisiko meningkatkan jumlah korban perdagangan manusia.


Penerbangan Air Peace Terganggu karena Aksi Mogok Kerja

6 hari lalu

Penerbangan Air Peace Terganggu karena Aksi Mogok Kerja

Air Peace menyatakan aksi mogok kerja oleh Nigerian Aviation Handling Company (NAHCO) telah menyebabkan sejumlah keterlambatan penerbangan.


PBB Protes Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia

6 hari lalu

PBB Protes Aksi Pembakaran Al Quran di Swedia

Perwakilan tinggi Aliansi Peradaban PBB Miguel Angel Moratinos mengutuk pembakaran Al Quran oleh ekstremis sayap kanan Swedia


Viral Petugas Keamanan PBB Berfoto di Depan Bendera Taliban

9 hari lalu

Viral Petugas Keamanan PBB Berfoto di Depan Bendera Taliban

PBB meminta maaf atas beredarnya foto beberapa staf di depan bendera Taliban di Afghanistan.


Indonesia Desak PBB Beri Solusi Konkret untuk Palestina

11 hari lalu

Indonesia Desak PBB Beri Solusi Konkret untuk Palestina

Indonesia menyerukan perlunya perubahan pendekatan secara signifikan dari PBB untuk mengupayakan perdamaian di Palestina