Jejak Kaki Fosil Hewan Berusia 120 Ribu Tahun Ditemukan di Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para peneliti melakukan survei di area danau Alathar dan menemukan jejak kaki hewan berusia 120 ribu tahun lalu. [CNN]

    Para peneliti melakukan survei di area danau Alathar dan menemukan jejak kaki hewan berusia 120 ribu tahun lalu. [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan jejak kaki fosil hewan berusia 120 ribu tahun telah ditemukan di Arab Saudi. Menurut studi dari Science Advances, jejak kaki fosil ini adalah bukti paling awal dari pergerakan manusia ke wilayah tersebut.

    Para peneliti menemukan jejak kaki fosil yang terpapar oleh erosi sedimen. Saat itu mereka sedang survei di danau kuno di Gurun Nefud Arab Saudi.

    Dari 376 bentuk kuno yang ditemukan di sekitar danau Alathar, para ahli mengidentifikasi jejak kaki hewan. Jejak tersebut berasal dari kaki kuda, unta, dan gajah yang telah punah di Levant sekitar 400 ribu tahun yang lalu.

    Tapi yang lebih mengejutkan, para peneliti menemukan tujuh jejak kaki hominin. Jika hal ini bisa dikonfirmasi, maka bisa menjadi bukti tertua adanya spesies manusia di Jazirah Arab.

    ADVERTISEMENT

    "Kami segera menyadari potensi temuan ini," kata Mathew Stewart, salah satu penulis utama studi dari Institut Max Planck untuk Ekologi Kimia.

    "Jejak kaki adalah bentuk unik dari bukti fosil yang memberikan gambaran singkat dalam waktu, biasanya mewakili beberapa jam atau hari, resolusi yang cenderung tidak kami dapatkan dari catatan lain," tambahnya.

    Para peneliti percaya bahwa jejak kaki tersebut berasal dari akhir periode interglasial terakhir. Waktu dimana kondisi menjadi lembab memfasilitasi pergerakan manusia dan hewan melintasi wilayah yang tadinya terdiri dari gurun.

    Para peneliti mencatat bahwa fosil dan arkeologi menunjukkan bahwa kondisi ini membantu migrasi manusia dari Afrika ke Levant.

    "Hanya setelah akhir [periode] interglasial dengan kembalinya kondisi yang lebih dingin, kami memiliki bukti pasti bahwa Neanderthal bergerak ke wilayah tersebut," kata Stewart.

    "Oleh karena itu, jejak kaki tersebut kemungkinan besar mewakili manusia, atau Homo sapiens."

    Setelah mempelajari jejak kaki, para ahli percaya konsentrasi padat jejak menunjukkan hewan berkumpul di sekitar danau sebagai akibat dari kondisi kering dan berkurangnya air. Sementara manusia mungkin menggunakan daerah itu untuk air dan makan.

    "Kami tahu orang-orang mengunjungi danau itu, tetapi kurangnya peralatan batu atau bukti penggunaan bangkai hewan menunjukkan bahwa kunjungan mereka ke danau itu hanya singkat," tambah Stewart.

    CNN | FERDINAND ANDRE 

    Sumber:
    https://edition.cnn.com/2020/09/22/middleeast/human-footprints-saudi-arabia-intl-scli-scn/index.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...