75 Tahun PBB, Angela Merkel Serukan Reformasi Dewan Keamanan PBB

Suasana rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai keputusan mengenai status Yerusalem di Markas Besar PBB di New York City, New York, AS, 18 Desember 2017. REUTERS/Brendan McDermid

TEMPO.CO, Jakarta - Jerman menyerukan reformasi PBB termasuk Dewan Keamanan PBB . Seruan Merkel itu untuk memperingati 75 tahun usia badan organisasi dunia itu.

"Terlalu sering Dewan Keamanan PBB diblokir ketika keputusan yang jelas dibutuhkan," kata Angela Merkel, Kanselor Jerman melalui pesan video pada Senin malam untuk memperingati hari lahir PBB, seperti dikutip dari Deutsche Welle.

"Kita butuh reformasi," ujar Merkel.

Menurut Merkel, kepentingan individu anggota PBB telah menghalangi PBB untuk mencapai tujuannya. 

"Namun siapa saja yang berpikir dia lebih baik sendirian dengan miliknya merupakan kesalahan. Kesejahteraan kita sebarkan. Begitu juga penderitaan kita. Kita ada di satu dunia," kata Merkel.

Salah satu pemimpin paling berpengaruh di dunia ini kemudian menunjuk beberapa kasus yang menjadi rujukan perlunya PBB direformasi. Misalnya, masalah pandemi virus corona secara global yang membutuhkan komunikasi dan kerja sama di semua lapisan.

Jerman, kata Merkel, bersedia memperbaiki organisasi di antaranya dengan memperluas Dewan Keamanan PBB, organ PBB yang paling berkuasa.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui pesan virtual mengatakan, PBB menghadapi surplus tantangan multilateral namun kekurangan solusi multilateral.

"Bencana iklim membayangi, keanekaragaman hayati hancur, kemiskinan kembali meningkat, kebencian menyebar, ketegangan geopolitik meningkat, dan pandemi Covid-19 telah menunjukkan kerapuhan dunia. Kita hanya bisa mengatasinya secara bersama-sama," kata Guterres.

Begitupun Guterres memuji PBB yang mampu meredam Perang Dunia ketiga sejak lembaga itu didirikan setelah Perang Dunia II berakhir.

"Perang Dunia ketiga yang ditakuti, telah dicegah. Tidak pernah dalam sejarah modern kita selama bertahun-tahun tanpa konfrontasi militer antara kekuatan-kekuatan besar," kata Guterres.

Sumber:
https://www.dw.com/en/germanys-merkel-calls-for-reform-as-un-marks-75th-anniversary/a-55006825






Prancis Tutup Masjid, Tuding Imam Radikal

14 jam lalu

Prancis Tutup Masjid, Tuding Imam Radikal

Pemerintah Prancis mengumumkan akan menutup masjid karena menganggap imamnya radikal,


Kemendagri Minta Perangkat Daerah Paham Reformasi Birokrasi

1 hari lalu

Kemendagri Minta Perangkat Daerah Paham Reformasi Birokrasi

Presiden Joko Widodo terus mendorong percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di setiap level pemerintahan.


Pelabuhan Ukraina Berhasil Ekspor 4,7 Juta Ton Gandum

5 hari lalu

Pelabuhan Ukraina Berhasil Ekspor 4,7 Juta Ton Gandum

Sebanyak 211 kapal dengan 4,7 juta ton produk pertanian telah meninggalkan Ukraina di bawah kesepakatan yang di tengahi oleh PBB dan Turki.


PBB Curiga Ada Kejahatan Perang di Wilayah yang Diduduki Rusia di Ukraina

6 hari lalu

PBB Curiga Ada Kejahatan Perang di Wilayah yang Diduduki Rusia di Ukraina

Komisi PBB urusan Ukraina mengaku telah mengantongi sejumlah bukti adanya dugaan kejahatan perang di area-area yang sebelumnya diduduki tentara Rusia.


Sidang Dewan Keamanan PBB Buntu saat Bahas Konflik Rusia Ukraina

6 hari lalu

Sidang Dewan Keamanan PBB Buntu saat Bahas Konflik Rusia Ukraina

Aliansi Barat menyerukan pertanggungjawaban kekejaman Moskow dalam konflik Rusia Ukraina itu


Invasi Rusia ke Ukraina, PM Jepang: Menginjak-injak Piagam PBB

8 hari lalu

Invasi Rusia ke Ukraina, PM Jepang: Menginjak-injak Piagam PBB

Kishida, yang berasal dari Hiroshima, kota pertama yang alami serangan bom nuklir, juga mengecam ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Rusia


Setelah Pemakaman Ratu Elizabeth II, Liz Truss akan Tampil Perdana di PBB

9 hari lalu

Setelah Pemakaman Ratu Elizabeth II, Liz Truss akan Tampil Perdana di PBB

Perang di Ukraina akan menjadi pesan utama Liz Truss ketika dia membuat pidato debutnya di Sidang umum PBB.


RI Dukung PBB Awasi Pasokan Pangan dari Ukraina dan Rusia

9 hari lalu

RI Dukung PBB Awasi Pasokan Pangan dari Ukraina dan Rusia

Indonesia mendukung implementasi kesepakatan Black Sea Initiative (BSI) mengenai ekspor pangan dari Rusia dan Ukraina.


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

10 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Sinyal Reformasi Berhenti di TNI

11 hari lalu

Sinyal Reformasi Berhenti di TNI

Ancaman terhadap anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menambah bukti bahwa reformasi TNI masih jalan di tempat.