Vietnam Vonis 20 Terdakwa Terorisme Hingga 24 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nguyen Khanh (tengah) dan terdakwa lainnya dari kelompok Trieu Dai Viet berdiri di antara polisi selama persidangan mereka atas aksi terorisme di sebuah pengadilan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, 21 September 2020. [Thanh Chung / VNA via REUTERS]

    Nguyen Khanh (tengah) dan terdakwa lainnya dari kelompok Trieu Dai Viet berdiri di antara polisi selama persidangan mereka atas aksi terorisme di sebuah pengadilan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, 21 September 2020. [Thanh Chung / VNA via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Vietnam memvonis 20 orang antara dua hingga 24 tahun penjara dengan tuduhan terorisme pada Selasa atas keterlibatan mereka dalam pengeboman kantor polisi dua tahun lalu.

    Pengadilan Kota Ho Chi Minh memvonis 17 terdakwa bersalah atas terorisme dan menghukum tiga terdakwa karena penggunaan bahan peledak secara ilegal, atas serangan di kota yang sama yang menurut polisi didanai oleh kelompok anti-pemerintah yang diasingkan, menurut laporan Reuters, 22 September 2020.

    Salah satu terpidana, Nguyen Khanh, yang tinggal di Provinsi Dong Nai yang berbatasan dengan Kota Ho Chi Minh, akan menjalani hukuman penjara 24 tahun karena terorisme dan pembuatan ilegal, kepemilikan dan pembelian bahan peledak.

    Pengacara terdakwa, Nguyen Van Mieng, mengatakan semua 20 terdakwa telah mengaku bersalah dan akan ditahan di bawah tahanan rumah setelah mereka meninggalkan penjara.

    "Hukuman yang diberikan di persidangan terlalu keras," kata Mieng.

    Pengadilan juga menjatuhkan denda VND 10 juta (Rp 6,3 juta) untuk masing-masing 20 terdakwa, VN Express melaporkan.

    Menurut pengadilan, Khanh kecewa atas sengketa tanah lokal dan dibujuk oleh Ngo Van Hoang Hung yang berusia 68 tahun di Kanada untuk bergabung dengan Trieu Dai Viet (Dinasti Viet), yang menentang pemerintah Vietnam. Khanh dijanjikan posisi sebagai kepala organisasi Provinsi Dong Nai setelah pembelian bahan peledak yang berhasil dan perekrutan anggota organisasi tambahan.

    Hung mengirim Khanh VND 144 juta (Rp 92 juta) dan CA$ 600 (Rp 6,6 juta) untuk biaya operasional.

    Khanh memerintahkan Nguyen Trung Truc untuk membeli lima kilogram bahan peledak dan 45 detonator, dicampur dengan 7 kg bahan peledak lainnya di rumah, diberikan kepada Duong Ba Giang untuk membuat bom yang dioperasikan dari jarak jauh.

    Pada 19 Juni 2018, Khanh memberi tahu Giang untuk menyerahkan dua bom kepada Vo Hoang Nam dan Duong Khac Minh (kenalan Hung) dan mengajari mereka cara meledakkan setiap bom.

    Keesokan harinya, Nam dan Minh mengebom kantor polisi Bangsal 12, Distrik Tan Binh, di Kota Ho Chi Minh,

    Kementerian Keamanan Publik Vietnam mengatakan menjelang persidangan minggu ini bahwa para terdakwa telah menerima uang dari organisasi yang diasingkan, Trieu Dai Viet, untuk membeli bahan peledak dan detonator untuk kegiatan terorisme yang bertujuan menggulingkan negara Vietnam.

    Kementerian mengatakan mereka meledakkan dua bom di sebuah kantor polisi. Polisi mengatakan ledakan itu melukai tiga orang.

    Trieu Dai Viet yang berbasis di Kanada, atau Dinasti Viet, juga memiliki rencana untuk mengebom fasilitas negara di tempat lain, menurut polisi.

    Trieu Dai Viet belum berkomentar atas vonis ini.

    Kementerian keamanan publik Vietnam mengatakan kelompok itu didirikan oleh Ngo Van Hoang Hung, yang katanya kabur dari penjara pada 1982 dan melarikan diri ke Kanada.

    Sumber:

    https://uk.reuters.com/article/uk-vietnam-security-trial/vietnam-jails-20-for-terrorism-over-police-station-bombs-idUKKCN26D0XG

    https://e.vnexpress.net/news/news/mastermind-behind-police-station-bombing-gets-24-years-in-prison-4165633.html


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.