Aoun: Lebanon "Seperti Neraka" Jika Reformasi Kabinet Masih Tidak Disetujui

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, tiba di Bandara Beirut pasca ledakan di Beirut dan ditemui Presiden Michel Aoun pada Kamis, 6 Agustus 2020. Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Michel Aoun, Senin kemarin, memperingatkan bahwa Lebanon akan “seperti neraka” apabila pemerintahan baru tidak kunjung dibentuk. Namun, di sisi lain, Ia juga berkata bahwa sebuah keajaiban apabila reformasi segera disetujui, karena faksi yang bersaing masih bersikeras atas posisinya masing-masing.

"Saat kita sedang menghadapi krisis pembentukan pemerintahan yang seharusnya tidak perlu terjadi karena tantangan yang menanti Lebanon tidak mengizinkan kita menyia-nyiakan waktu sedikitpun," ujar Aoun, dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, 22 September 2020.

Saat ini, proses reformasi pemerintahan Lebanon menemui jalan buntu karena permintaan dua partai dominan Syiah di Lebanon, Partai Hizbullah yang didukung Iran dan sekutunya Gerakan Amal. Keduanya meminta menteri-menteri Syiah termasuk menteri keuangan.

Michel Aoun berkata, ia sudah menawarkan kompromi, namun belum diterima. Ia mendeskripsikan masalah tersebut sebagai perselisihan antara partai-partai Syiah di satu sisi, dengan Perdana Menteri Sunni Mustapha Adib dan mantan PM yang mendukungnya di sisi lain.

Michel Aoun mengatakan perdana menteri tidak ingin berkonsultasi dengan blok parlemen, yang seharusnya tidak boleh dikecualikan. Pada saat yang sama, ia mengatakan bahwa partai tidak boleh mendesak alokasi kementerian ke sekte tertentu.

“Dengan posisi yang kian mengeras, tampaknya tidak ada solusi di cakrawala karena semua solusi yang diusulkan adalah untuk para 'pemenang dan yang kalah',” ujar Michel Aoun.

Sebagai catatan, situasi di Lebanon terus memburuk beberapa tahun terakhir, diperparah dengan ledakan di Beirut beberapa pekan lalu. Perekonomian runtuh setelah puluhan tahun dibuang percuma, dikorupsi, dengan utang yang terus menggunung. Bank telah membekukan orang-orang dari tabungan mereka dan mata uang telah jatuh. Inflasi dan kemiskinan terus melonjak.

Dengan negara kehabisan dolar, bank sentral telah membantu mensubsidi impor bahan bakar, gandum dan obat-obatan. Saat ditanya tentang berkurangnya cadangan devisa setelah pidatonya pada hari Senin, Michel Aoun menjawab, “Uang akan habis. Apa yang bisa kami katakan? (Kepada) mereka yang bertanggung jawab mengelola uang, mengapa hal ini bisa terjadi?”

FERDINAND ANDRE | REUTERS

https://www.reuters.com/article/us-lebanon-crisis-government/aoun-warns-lebanon-will-go-to-hell-unless-government-agreed-idUSKCN26C161






Didier Deschamps Melarang Pemain Timnas Prancis Mengenakan Perhiasan di Piala Dunia 2022

6 jam lalu

Didier Deschamps Melarang Pemain Timnas Prancis Mengenakan Perhiasan di Piala Dunia 2022

Didier Deschamps mengatakan tidak boleh ada lagi pemain timnas Prancis yang mengenakan perhiasan dalam pertandingan.


Bawa Prancis ke Perempatfinal Piala Dunia, Ini Koleksi Mobil Mbappe

19 jam lalu

Bawa Prancis ke Perempatfinal Piala Dunia, Ini Koleksi Mobil Mbappe

Kylian Mbappe menjadi bintang pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2022 ketika Prancis menghadapi Polandia. Berikut koleksi mobil Mbappe:


Warga Prancis Bakal Kena Pemadaman Listrik Bergilir

2 hari lalu

Warga Prancis Bakal Kena Pemadaman Listrik Bergilir

Prancis memproduksi sekitar 70 persen energi listriknya dari 56 unit reaktor nuklir, dari total tersebut sekitar 22 unit saat ini dalam kondisi mati


Cetak Gol ke Gawang Prancis, Wahbi Khazri Sempat Juara Balap Gokart

4 hari lalu

Cetak Gol ke Gawang Prancis, Wahbi Khazri Sempat Juara Balap Gokart

Pemain Tunisia Wahbi Khazri menampilkan performa gemilang saat hadapi Prancis di pertandingan terakhir penyisihan Grup D Piala Dunia 2022.


Piala Dunia 2022, Tunisia vs Prancis: Les Blues Keok, Elang Kartago Tetap Pulang

5 hari lalu

Piala Dunia 2022, Tunisia vs Prancis: Les Blues Keok, Elang Kartago Tetap Pulang

Kemenangan mengejutkan Tunisia atas juara dunia Prancis tidak cukup jadi modal mereka bertahan di turnamen dan melangkah ke 16 besar.


Pemerintah Prancis Buka Beasiswa Eiffel untuk Mahasiswa S2 dan S3

6 hari lalu

Pemerintah Prancis Buka Beasiswa Eiffel untuk Mahasiswa S2 dan S3

Pendaftaran Beasiswa Eiffel 2023-2024 tidak diajukan secara langsung. Namun, melalui universitas yang dituju. Ini informasi selengkapnya.


Beasiswa S2 di Prancis, Tunjangan hingga Rp 246 Juta per Tahun

12 hari lalu

Beasiswa S2 di Prancis, Tunjangan hingga Rp 246 Juta per Tahun

University of Geneva membuka beasiswa S2 melalui Excellence Master Fellowships untuk sejumlah bidang sains, seperti Astronomi, Biologi, dan Kimia.


Sempat Tertinggal, Prancis Gasak Australia 4-1

12 hari lalu

Sempat Tertinggal, Prancis Gasak Australia 4-1

Prancis memulai Piala Dunia 2022 dengan kemenangan 4-1 atas Australia dalam pertandingan Grup D perdana mereka di Al Janoub Stadium.


Macron: Rusia Sebarkan Pengaruh dengan Propaganda di Afrika

14 hari lalu

Macron: Rusia Sebarkan Pengaruh dengan Propaganda di Afrika

Presiden Prancis Emmanuel Macron menuduh Rusia menebar propaganda anti-Prancis di Afrika


Olivier Giroud Enggan Jadikan Prancis sebagai Favorit di Piala Dunia 2022 Qatar

17 hari lalu

Olivier Giroud Enggan Jadikan Prancis sebagai Favorit di Piala Dunia 2022 Qatar

Olivier Giroud enggan menjadikan timnas Prancis sebagai favorit juara di Piala Dunia 2022 Qatar. Namun, ia percaya diri untuk mempertahankan gelar.