Pemerintah: Inggris Berada Dalam Titik Kritis Pandemi Virus Corona

Pengunjung mengantre saat masuk supermarket Sainsburys di tengah penyebaran virus Corona di Watford, Inggris, 19 Maret 2020. Hingga kini, Inggris belum mengambil kebijakan lockdown sebagai upaya menekan penyebaran virus Corona. REUTERS/Paul Childs

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu penasihat medis top di Inggris memperingatkan bahwa negara mereka berada pada titik kritis pandemi COVID 19. Dan, hal tersebut akan diperburuk cuaca musim dingin menantang yang akan datang. Detil dari hal tersebut, kabarnya, akan diumumkan hari ini.

“Tren di Inggris bergerak menuju arah yang salah dan kami berada pada titik kritis dalam pandemi,” kata Kepala Petugas Medis Inggris Chris Whitty, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters.

Sejak dimulainya pandemi virus Corona di bulan Maret, lebih dari 40.000 orang di Inggris meninggal akibat virus yang menyebabkan pneumonia dan infeksi saluran pernafasan tersebut. Adapun per hari ini, tercatat ada 394 ribu kasus virus Corona di Inggris dengan penambahan sebanyak 3,899 dalam 24 jam terakhir. 

Sesungguhnya, angka pertumbuhan kasus virus Corona di Inggris sempat melandai. Hal itu dikarenakan Inggris sempat menerapkan lockdown selama tiga bulan. Namun, begitu lockdown diakhiri dan pembatasan sosial dilonggarkan, angka kasus dan kematian perlahan-lahan naik lagi. Di sisi lain, pemerintah juga dikritik karena tidak melakukan pengujian virus Corona dengan maksimal.

Pekan lalu, PM Boris Johnson sudah menyatakan bahwa gelombang kedua virus Corona kemungkinan besar akan tiba di Inggris. Hal itu dipertegas pernyataan Menteri Kesehatan Matt Hancock yang menyatakan bahwa Inggris dalam titik kritis dan warga harus mengikuti aturan isolasi. Jika tidak, maka lockdown bisa diberlakukan lagi selain denda individu.

Hancock mengakui bahwa dilematis untuk menerapkan lockdown nasional yang baru. Sebab, Boris Johnson mengatakan bahwa tindakan tersebut memiliki konsekuensi besar bagi perekonomian negara. Namun, langkah tersebut tetap harus dipertimbangkan dan rencananya akan disinggung pada rapat penanganan pandemi virus Corona di London.

FERDINAND ANDRE | REUTERS

https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-britain-briefing/uk-at-critical-point-in-covid-pandemic-top-medical-adviser-says-idUSKCN26B0X1?il=0






Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

2 jam lalu

Australia Hapus Wajib Isolasi Mandiri Covid-19, Ahli Kesehatan Khawatir

Australia akan menghapus wajib isolasi mandiri di rumah lima hari untuk orang yang terinfeksi Covid-19, yang membuat ahli kesehatan khawatir


Inggris Rilis Koin Baru Bergambar Raja Charles III

4 jam lalu

Inggris Rilis Koin Baru Bergambar Raja Charles III

Koin baru bergambar Raja Charles III tersedia dalam pecahan 50 pence dan 5 poundsterling.


Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

7 jam lalu

Inilah 7 Negara yang Menerapkan Cukai Minuman Berpemanis

Berikut ini adalah sejumlah negara yang telah menerapkan cukai minuman berpemanis.


Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

10 jam lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Scotland Yard, Kepolisian yang Teruji Tangani Kasus Kriminal Gelap di Inggris

15 jam lalu

Scotland Yard, Kepolisian yang Teruji Tangani Kasus Kriminal Gelap di Inggris

Scotland Yard memiliki reputasi khusus dalam kasus-kasus kriminal gelap di Inggris. Bagaimana sepak terjangnya?


Krisis Inggris: Ekonomi Bergejolak setelah Liz Truss Memotong Pajak

1 hari lalu

Krisis Inggris: Ekonomi Bergejolak setelah Liz Truss Memotong Pajak

Kebijakan Liz Truss memotong pajak dinilai memicu krisis Inggris


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

1 hari lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

1 hari lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

1 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Krisis Ekonomi Parah di Inggris, Anak Sekolah Pura-pura Makan dari Kotak Kosong

1 hari lalu

Krisis Ekonomi Parah di Inggris, Anak Sekolah Pura-pura Makan dari Kotak Kosong

Krisis ekonomi Inggris menyebabkan anak-anak kekurangan makan. Ada yang memakan karet karena lapar.