Prancis Sidang Pemasok Senjata ke Angola

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif ,: Prancis menyidangkan 42 mantan pejabat dan pengusaha internasional dalam kasus penyelundupan senjata ke Angola antara tahun 1993-1998 yang digunakan selama perang saudara di Angola yang terjadi tahun 1975-2002.

    Di antara ke 44 orang itu terdapat anak mantan presiden perancis Francois Mitterand, Jean-Christophe Mitterrand, dan beberapa bekas menteri yand dituding terlibat dalam perdagangan gelap dan penyalahgunaan dana.

    Terdakwa utama kasus itu adalah Pierre Falcone pengusaha perancis dan Arcady Gaydamak miliuner Israel kelahiran Rusia.

    Jean-Christophe Mitterand 61 tahun, menjabat sebagai penasihat Istana Champs Elysees 1986-1992, saat ayahnya menjabat sebagi presiden antara tahun 1981-1995. Mitterand senior meninggal dunia setahun setelah berhenti dari jabatannya.

    Selain anaknya beberapa mantan menteri Mitterand juga menjadi terdakwa kasus itu, dan beberapa pengusaha internasional termasuk Amerika Serikat.

    Kasus itu bermula tahun 1992 ketika Presiden Angola Eduardo Dos Santos mendekati pengusaha swasta Prancis karena Pemerintah Prancis tidak bersedia memenuhi permintaan pembelian senjata dari Angola secara terbuka. Penjualan akhirnya terjadi lewat jalur swasta selama lima tahun di mana 420 tank, 150.000 roket, 170.000 ranjau darat, 12 helikopter dan enam kapal perang bernilai US$ 790 juta dikirim ke Angola.

    Skandal itu terungkap tahun 1995 saat pemilihan presiden perancis. Angola merdeka dari Portugis tahun 1975.

    AFP | Ronald


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.