Negara Eropa Perketat Kegiatan Sosial karena Lonjakan Covid-19

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pantai di Barcelona, Spanyol, dipenuhi warga yang berjemur meski pemerintah meminta warga tinggal di rumah di tengah pandemi Covid-19 yang merebak. Reuters

    Pantai di Barcelona, Spanyol, dipenuhi warga yang berjemur meski pemerintah meminta warga tinggal di rumah di tengah pandemi Covid-19 yang merebak. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah negara Eropa dari Denmark hingga Yunani mengumumkan pembatasan baru kegiatan publik terkait Covid-19 pada Jumat, 18 September 2020.

    Ini dilakukan untuk menekan penyebaran kasus Covid-19, yang mengalami lonjakan.  

    Jumlah kasus di Inggris meningkat nyaris dua kali lipat menjadi sekitar 6 ribu kasus per hari berdasarkan perhitungan pekanan.

    Inggris telah menerapkan regulasi kasus Covid-19 di kawasan North West, Midlands, dan West Yorkshire sejak Selasa pekan ini.

    “Infeksi Covid-19 meningkat secara bertahap di mayoritas wilayah di Eropa selama dua bulan terakhir,” begitu dilansir Reuters pada Jumat, 18 September 2020.

    Jumlah pasien baru Covid-19 juta bertambah di Spanyol dan Prancis.

    Ibu Kota Madrid, Spanyol, bakal membatasi kegiatan publik di area terdampak Covid-19. Ini mengenai sekitar 850 ribu orang.

    Tokoh regional Isabel Diaz Ayuso mengatakan akses warga ke taman dan area publik bakal dibatasi.

    Pertemuan publik hanya boleh paling banyak enam orang. Namun, otoritas Madrid tidak melarang warga pergi bekerja.

    “Kita perlu menghindari lockdown, dang menghindari bencana ekonomi,” kata Ayuso dalam jumpa pers di Madrid soal penanganan Covid-19.

    Sumber:

    https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-europe/european-cities-announce-new-restrictions-as-covid-19-cases-soar-idUSKBN2692E1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

    Jaga kesehatan mental saat pandemi Covid-19 dengan panduan langsung dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).