Uni Eropa Ingin Tambah Supply Vaksin COVID-19, Negara Miskin Potensial Terdampak

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengambil salah vaksin virus corona buatan Sinovac Biotech Ltd yang dipamerkan dalam acara China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2020 di Beijing, Cina, 5 September 2020. REUTERS/Tingshu Wang

    Petugas mengambil salah vaksin virus corona buatan Sinovac Biotech Ltd yang dipamerkan dalam acara China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2020 di Beijing, Cina, 5 September 2020. REUTERS/Tingshu Wang

    TEMPO.CO, Jakarta - Uni Eropa dikabarkan akan meningkatkan jumlah anggaran yang diperlukan untuk memastikan ada cukup vaksin virus Corona (COVID-19) tahun depan. Dikutip dari Reuters, Jumat, 18 September 2020, hal tersebut menyusul hasil analisis yang memprediksi pengadaan vaksin virus Corona akan mengalami defisit.

    Jika peningkatan anggaran itu benar terjadi, maka hal tersebut bisa menjadi kabar buruk untuk negara-negara dunia ketiga. Uni Eropa berpotensi mendominasi distribusi vaksin virus Corona yang sebagian ditangani oleh WHO. Padahal, beberapa pekan lalu, Uni Eropa menyatakan akan bersikap adil soal distribusi vaksin virus Corona.

    "Kami mencoba bersikap pragmatis karena estimasi jumlah vaksin virus Corona yang siap tahun depan kurang lebih 2,5 miliar (dosis)," ujar salah seorang pejabat Komisi Eropa, yang enggan disebutkan namanya, dalam pertemuan dengan para duta besar Uni Eropa pekan lalu.

    Pejabat dari Komisi Eropa menjelaskan, kekhawatiran Uni Eropa tidak berlebihan. Analisis yang ada mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya, kurva kasus virus Corona yang belum menunjukkan tanda-tanda melandai. Hari ini, jumlah kasus virus Corona sudah menyentuh angka 30,4 juta dengan penambahan 65 ribu kasus dalam 24 jam terakhir.

    Selain itu, juga skema yang disiapkan beberapa negara untuk mendapatkan supplainya sendiri tanpa distribusi melalui blok. Contohnya adalah Amerika yang telah giat memastikan jumlah supplai vaksin virus Corona untuk mereka sendiri.

    Komisi Eropa, kata pejabat tersebut, telah meminta 27 anggotanya untuk mulai bernegosiasi dengan enam produsen vaksin demi memastikan supplay tercukupi. Negosiasi sudah selesai dengan AstraZeneca dan Sanofi, sementara yang masih berjalan d Johnson & Johnson, Moderna, Pfizer, dan CureVac.

    Selain itu, negara anggota juga diminta untuk menyumbang, menambah dana cadangan Uni Eropa. Sejauh ini, dana yang tersedia adalah US$2,4 miliar (2 Miliar Euro) untuk pembelian vaksin virus Corona. Belum diketahui batas minimum sumbangan yang diperlukan.

    Jerman memperkirakan tambahan 750 Juta Euro akan cukup di mana akan mengcover pengembangan dan produksi. "Negara anggota tahu bahwa mereka bisa menambah jumlah dana cadangan mengingat jumlahnya yang terbatas," ujar juru bicara Komisi Eropa.

    ISTMAN MP | REUTERS

    News Link:
    https://www.reuters.com/article/us-health-coronavirus-eu-vaccine-exclusi/exclusive-fearing-supply-shortfall-eu-wants-to-buy-more-covid-vaccines-eu-sources-idUSKBN26922X?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.