Penumpang Bus di Inggris Pakai Ular Sebagai Pengganti Masker

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang bus di Inggris pakai ular sebagai masker.[Manchester Evening News/Alison Jones]

    Penumpang bus di Inggris pakai ular sebagai masker.[Manchester Evening News/Alison Jones]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang penumpang bus di Inggris melilitkan ular di lehernya sebagai pengganti masker untuk mencegah penyebaran virus corona.

    Pria yang tidak disebut diketahui identitasnya itu menaiki bus dengan rute dari Swinton ke Manchester pada Senin sore.

    Seorang penumpang yang melihat kejadian itu mengatakan, pada awalnya dia mengira pria itu mengenakan masker bermotif ular sebelum dia menyadari itu adalah ular asli, dikutip dari Sky News, 16 September 2020.

    Reptil itu tampaknya tidak mengganggu orang lain, katanya, seraya menambahkan bahwa dia menganggap kejadian itu cukup menghibur.

    Manchester Evening News melaporkan pria itu membawa ular besar di lehernya saat bus melaju di Salford.

    "Dia membungkus wajahnya dengan ular seperti masker saat naik bus," kata penumpang berusia 46 tahun dari Swinton.

    Seorang juru bicara Stagecoach di Manchester mengaku terkejut dengan peristiwa ini dan akan menyelidiki kasus ini demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.

    "Kami berharap semua pelanggan kami mematuhi peraturan pemerintah tentang mengenakan penutup wajah yang sesuai di transportasi umum. Investigasi internal penuh sedang dilakukan, termasuk memeriksa CCTV di bus dan mewawancarai pengemudi," kata juru bicara itu.

    Penumpang bus di Inggris pakai ular sebagai masker.[Manchester Evening News/Alison Jones]

    Tidak diketahui apakah sopir bus memprotes ulah penumpang itu atau tidak.

    "Panduan pemerintah dengan jelas menyatakan tidak wajib memakai masker bedah, dan penumpang dapat membuat sendiri atau mengenakan penutup wajah wajah, seperti syal atau bandana," kata juru bicara Transport for Greater Manchester.

    "Meskipun ada sedikit penafsiran yang dapat diterapkan untuk ini, kami tidak menyarankan penafsiran itu meluas sampai ke penggunaan kulit ular, apalagi saat masih melekat pada ularnya."

    Spesies ular itu tidak diketahui, tetapi jika itu adalah jenis ular yang berbisa, gigitannya dapat menghancurkan sel-sel darah, menyebabkan pembekuan darah, atau pendarahan yang berlebihan dan menghancurkan jaringan.

    Jika gigitan tidak segera diobati dapat berakibat fatal dalam 30 menit, tergantung pada tingkat toksisitas racun dan jenis ular. Namun tampaknya ular itu adalah sejenis sanca dengan corak batik cokelat.

    Menurut protokol kesehatan di Inggris, semua penumpang transportasi umum wajib menggunakan masker atau penutup wajah selama pandemi virus corona, kecuali jika mereka dibebaskan karena alasan usia, kesehatan, atau disabilitas, meski pemerintah tidak menyarankan menggunakan masker dari kulit ular.

    Sumber:

    https://www.manchestereveningnews.co.uk/news/greater-manchester-news/snake-salford-bus-swinton-manchester-18935508

    https://news.sky.com/story/coronavirus-bus-passenger-uses-snake-as-a-face-mask-12072957


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.