Selasa, 22 September 2020

Israel, Uni Emirat Arab, dan Bahrain Resmi Teken Kesepakatan Damai

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria mengendarai skuter di dekat bendera AS, Uni Emirat Arab, Israel, dan Bahrain di sepanjang jalan di Netanya, Israel, 14 September 2020. [REUTERS / Nir Elias]

    Seorang pria mengendarai skuter di dekat bendera AS, Uni Emirat Arab, Israel, dan Bahrain di sepanjang jalan di Netanya, Israel, 14 September 2020. [REUTERS / Nir Elias]

    TEMPO.CO, Jakarta - Delegasi tingkat tinggi dari Israel, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain resmi menandatangani kesepakatan damai bersejarah pada Selasa, 15 September 2020. Perjanjian ini dimediasi Amerika Serikat, dan diteken di Gedung Putih.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi saksi perjanjian damai yang diteken Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Emirat Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif Al Zayani.

    "Kami di sini, sore ini, untuk mengubah arah sejarah setelah puluhan tahun perpecahan dan konflik," ujar Trump seperti disiarkan langsung di www.whitehouse.gov, Selasa, 15 September 2020.

    Trump menyebut kesepakatan tersebut merupakan langkah besar sebagai penanda negara timur tengah baru. "Menuju masa depan di yang mana orang-orang dari semua agama dan latar belakang hidup bersama dalam damai dan kemakmuran," ujarnya.

    Dia mengatakan, tiga negara Timur Tengah ini akan bekerjasama dalam berbagai sektor. "Mereka akan bekerja sama, mereka berteman," ujar Trump.

    Kesepakatan damai tersebut sangat bersejarah karena selama ini negara-negara Timur Tengah yang tergabung dalam Liga Arab menolak hubungan diplomatik dengan Israel demi membela Palestina.

    Sebelum Bahrain dan Uni Emirat Arab, Israel baru berdamai dengan Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

    Dengan kesepakatan yang dimediasi oleh AS tersebut, Israel berjanji menghentikan pencaplokan di wilayah Tepi Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.