Selasa, 22 September 2020

Lockdown, Israel Larang Warganya Berpergian Lebih dari 500 Meter dari Rumah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria memakai masker saat dia berjalan di pasar di Ashkelon ketika Israel memperketat kebijakan tinggal di rumah menyusul penyebaran penyakit virus Corona (COVID-19) di Ashkelon, Israel 20 Maret 2020.[AMIR COHEN / REUTERS]

    Seorang pria memakai masker saat dia berjalan di pasar di Ashkelon ketika Israel memperketat kebijakan tinggal di rumah menyusul penyebaran penyakit virus Corona (COVID-19) di Ashkelon, Israel 20 Maret 2020.[AMIR COHEN / REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Israel melarang warganya berpergian melewati radius 500 meter dari rumah mereka setelah kabinet mengesahkan lockdown pencegahan virus corona.

    Lockdown yang disetujui oleh kabinet pada Minggu malam, yang akan berlaku pada Jumat selama tiga minggu ke depan, terjadi karena tingkat infeksi virus corona di Israel meningkat dalam beberapa minggu terakhir, melampaui 4.000 kasus harian baru dalam beberapa hari terakhir.

    Jam malam juga sudah diberlakukan di puluhan kota dan daerah pekan lalu, menurut laporan Times of Israel, 15 September 2020.

    Polisi juga berencana untuk mendirikan ratusan pos pemeriksaan di seluruh negeri dan memberikan denda besar untuk menegakkan lockdown nasional.

    Aturan baru akan melarang orang berpergian melampaui jarak 500 meter dari rumah mereka, kecuali untuk kebutuhan dasar seperti makanan dan obat-obatan atau untuk bekerja dengan izin.

    Perintah lockdown juga mewajibkan untuk menutup sekolah, mal, hotel, membatasi pertemuan, dan melarang makan di restoran. Restoran akan diizinkan untuk melakukan pengiriman, tetapi tidak menyajikan makanan untuk dibawa pulang. Sementara liga sepak bola dan bola basket Israel akan berlanjut.

    Warga Israel berunjuk rasa memprotes Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan tanggapan pemerintahannya terhadap krisis keuangan akibat virus corona (Covid-19), di Yerusalem 21 Juli 2020. [REUTERS / Ronen Zvulun]

    Polisi Israel akan mengerahkan ribuan petugas ke ratusan pos pemeriksaan di seluruh negeri menjelang festival Rosh Hashanah selama akhir pekan, Channel 12 melaporkan Senin malam.

    Orang-orang melanggar aturan berpergian 500 meter tanpa alasan yang sah akan dikenakan denda NIS 500 atau Rp 2,2 juta dan kemudian akan diantar ke rumah mereka. Jika tertangkap lagi, pelanggar akan dikenakan nominal denda lebih tinggi.

    Lockdown tiga minggu berlaku efektif pada Jumat pukul 2 siang sampai 9 Oktober.

    Selama lockdown, sistem sekolah akan tetap ditutup, kecuali untuk pendidikan khusus dan program untuk siswa khusus.

    Sektor swasta akan diizinkan untuk terus beroperasi selama mengikuti protokol kesehatan. Sektor publik akan beroperasi dalam format terbatas seperti lockdown pada Maret dan April, menurut laporan Jerusalam Post.

    Sementara bandara Israel akan tetap buka selama lockdown.

    Pemungutan suara atas penerapan lockdown dilakukan setelah rapat kabinet membahas virus corona Kamis lalu, di mana kepala rumah sakit dari seluruh negeri mengatakan situasi di unit virus corona mereka sangat mengkhawatirkan.

    Sebuah laporan yang diterbitkan pada Ahad oleh Pusat Informasi dan Pengetahuan Nasional Virus Corona Israel mendukung pernyataan tersebut, mengatakan lonjakan pasien virus corona di rumah sakit bisa menghancurkan sistem kesehatan nasional.

    Sumber:

    https://www.timesofisrael.com/police-to-set-up-hundreds-of-checkpoints-impose-high-fines-during-lockdown/#gs.fni4z7

    https://www.jpost.com/breaking-news/coronavirus-2651-new-cases-on-saturday-death-toll-1103-642074


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.