Selasa, 22 September 2020

AS Siap Tembakkan 80 Senjata Nuklir Jika Korea Utara Menyerang

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump bersalaman dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un,berbincang di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, 30 Juni 2019. Ini adalah pertemuan ketiga antara Donald Trump dan Kim Jong Un. KCNA via REUTERS

    Presiden Donald Trump bersalaman dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un,berbincang di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, 30 Juni 2019. Ini adalah pertemuan ketiga antara Donald Trump dan Kim Jong Un. KCNA via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat telah mempertimbangkan dan meninjau rencana balasan terhadap serangan rudal balistik antarbenua Korea Utara, termasuk menggunakan 80 senjata nuklir ke Korut, menurut jurnalis Bob Woodward dalam bukunya "Rage".

    Buku "Rage" yang berisi serangkaian wawancara Woodward dengan Trump, mengungkapkan rencana ini ketika ketegangan AS dan Korut memanas setelah Korut menguji rudal balistik antarbenua pada 2017.

    Mengutip Menteri Pertahanan AS saat itu, Jim Mattis, Woodward menulis bahwa Komando Strategis AS di Omaha, Nebraska, telah dengan cermat meninjau dan mempelajari OPLAN 5027 untuk perubahan rezim di Korea Utara, termasuk respons AS terhadap serangan Korut yang dapat mencakup penggunaan 80 senjata nuklir, menurut laporan KBS.

    Washington juga telah memperbarui rencana serangan terhadap Korut, kata Woodward dalam bukunya, berdasarkan wawancara dengan Presiden AS Donald Trump, dikutip dari Kyodo News, 15 September 2020.

    Sementara itu, dikutip dari Korean Herald, Woodward mengungkapkan bahwa purnawirawan Jenderal Vincent Brooks, yang memimpin Pasukan AS-Korea dari 2016 hingga 2018, memerintahkan pasukan untuk menembakkan rudal taktis presisi tinggi yang menempuh jarak 300 kilometer sebelum jatuh ke Laut Timur Korea. Penembakan rudal AS itu adalah respons atas uji coba rudal balistik antarbenua pertama Korea Utara pada 4 Juli 2017, yang diyakini mampu mencapai AS.

    "Itu adalah jarak yang tepat antara titik peluncuran rudal AS dan lokasi uji coba rudal Korea Utara, serta tenda tempat foto satelit menunjukkan Kim Jong Un sedang menyaksikan peluncuran rudal," tulis Woodward, menurut kutipan yang diperoleh oleh Kantor Berita Yonhap.

    Woodward mengatakan peluncuran rudal AS sebagai pesan yang jelas bahwa Kim Jong Un perlu mengkhawatirkan keselamatan pribadinya. Tidak diketahui apakah Korea Utara menerima pesan tersebut.

    Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Woodward pada 13 Desember 2019 bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un "benar-benar siap" untuk berperang dengan Amerika Serikat, tetapi itu dapat dihindari karena pertemuan pertama mereka pada Juni 2018 di Singapura.

    Ketika Woodward bertanya apakah Kim Jong Un memberi tahu Trump secara langsung tentang kesiapannya untuk berperang, Presiden Trump berkata, "Ah, ya, dia melakukannya".

    "Dan dia berharap untuk lanjut (berperang). Tapi kami bertemu," tulis Woodward mengutip ucapan Trump.

    Kim Jong Un juga mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa dia siap untuk berperang dan Pompeo kemudian mengatakan kepada seorang rekan bahwa dia tidak tahu apakah itu nyata atau gertakan, menurut buku Woodward.

    Woodward juga menulis bahwa Donald Trump telah memerintahkan Menteri Pertahanan Jim Mattis menggunakan rudal pencegat konvensional untuk menembak jatuh setiap rudal Korea Utara yang menuju Amerika Serikat.

    Sumber:

    https://english.kyodonews.net/news/2020/09/664843ce64cb-us-studied-plan-to-use-80-nuclear-weapons-if-attacked-by-n-korea.html

    http://www.koreaherald.com/view.php?ud=20200914000864

    http://world.kbs.co.kr/service/news_view.htm?lang=e&Seq_Code=156255


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.