Selasa, 22 September 2020

Inggris Peringatkan Warganya Soal Risiko Penahanan di Cina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Cina memasuki lapangan Tiananmen, Beijing (4/6). Hari ini adalah peringatan 20 tahun terjadinya peristiwa berdarah di Lapangan Tiananmen. Foto: AP/Andy Wong

    Polisi Cina memasuki lapangan Tiananmen, Beijing (4/6). Hari ini adalah peringatan 20 tahun terjadinya peristiwa berdarah di Lapangan Tiananmen. Foto: AP/Andy Wong

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan perjalanan terbaru kepada warganya terkait perjalanan ke Cina.

    Inggris memperingatkan ada risiko penahanan tanpa bukti oleh otoritas Cina kepada warganya.

    Peringatan ini ke luar setelah otoritas keamanan Cina menangkap sejumlah warga asing terkait sejumlah tuduhan berbeda termasuk kasus terkait rahasia negara dan keamanan nasional.

    “Otoritas Cina dalam keadaan tertentu menahan orang asing dengan alasan 'membahayakan keamanan nasional’,“ begitu pernyataan dari kementerian Luar Negeri Inggris dalam nasihat terbaru yang diposting di situsnya seperti dilansir Reuters pada Selasa, 15 September 2020.

    Kemenlu Inggris juga menyatakan,”Ada juga risiko penahanan sewenang-wenang, termasuk kepada warga negara Inggris.”

    Nasihat otoritas Inggris sebelumnya belum pernah mencantumkan referensi tentang risiko penahanan tanpa bukti kuat.

    Juru Bicara Kedutaan Inggris di Beijing, Cina, mengatakan nasihat itu telah diperbarui untuk secara jelas dan faktual mencerminkan insiden baru-baru ini yang melibatkan sejumlah orang asing.

    “Tetapi tingkat nasihat anda tidak berubah, “kata juru bicara itu. Peringatan Inggris datang setelah beberapa orang asing ditahan di Cina atas tuduhan keamanan nasional.

    Ini dialami sejumlah warga Kanada, Australia, Jepang, dan setidaknya satu orang Amerika. Beberapa dari mereka masih menjalani penahanan.

    Dalam salah satu kasus profil terbaru, Cheng Lei, seorang warga negara Australia dan pembaca berita di stasiun televisi Pemerintah Cina, ditahan pada Agustus 2020.

    Ada tuduhan Cheng Lei “melakukan kegiatan kriminal yang membahayakan keamanan nasional Cina” seperti pernyataan Kementerian Luar Negeri Cina. Penahanan Cheng Lei terjadi setelah hubungan Cina dan Australia menegang sejak 2019.

    FARID NURHAKIM | REUTERS

    Sumber: https://www.reuters.com/article/us-china-britain/britain-warns-it-citizens-of-risk-of-arbitrary-detention-in-china-idUSKBN2660UL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.