Normalisasi Hubungan Israel Dikhawatirkan Ubah Status Quo Masjid Al-Aqsa

Sejumlah umat muslim berada di kawasan masjid Al Aqsa yang dibuka kembali setelah ditutup akibat virus corona atau COVID-19 di Yerusalem, 31 Mei 2020. REUTERS/Ammar Awad

TEMPO.CO, Jakarta - Normalisasi hubungan Israel yang dilakukan Uni Emirat Arab dan Bahrain diprediksi mengubah status quo Masjid Al-Aqsa. Hal tersebut disampaikan oleh organisasi Terrestrial Jerusalem usai membaca isi kesepakatan normalisasi antara Israel, Bahrain, dan Uni Emira Arab.

"Akan ada perubahan radikal terhadap status quo (Masjid Al-Aqsa) dengan dampak jangka panjang," ujar pernyataan pers Terrestrial Jerusalem, dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Selasa, 15 September 2020.

Mengacu pada status quo yang disepakati di tahun 1967, hanya Muslim yang bisa beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa yang luasnya 14 hektar. Non-Muslim boleh berkunjung ke Masjid Al-Aqsa, namun dilarang beribadah di kompleks tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyau telah menegaskan ini pada deklarasi formal tahun 2015.

Namun, ketika Amerika, Israel, dan Uni Emirat Arab menyepakati normalisasi pada Agustus lalu, kemungkinan status quo itu berubah mulai terlihat. Pernyataan ketiga negara mengatakan bahwa semua Muslim boleh beribadah di Masjid Al-Aqsa. Selain itu, mereka juga menyatakan tempat suci lainnya di Yerusalem boleh digunakan penganut apapun untuk beribadah.

Nah, Terrestrial Jerusalem berkata, Amerika dan Israel membatasi pemahaman Masjid Al-Aqsa. Menurut mereka, dalam kesepakatan normalisasi, Al-Aqsa dikesankan satu bangunan masjid, bukan satu kompleks ibadah. Untuk bangunan-bangunan lainnya, yang tidak memiliki bentuk menyerupai masjid, akan dianggap sebagai "tempat suci lainnya".

"Entah apakah terminologi ini disengaja atau tidak, ini bisa membuka pintu penganut Yahudi untuk beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa. Dengan kata lain, mengubah status quo," ujar keterangan Terrestrial Jerusalem.

Pengacara Palestina, Khaled Zabarqa, menyatakan hal senada. Usai mempelajari kesepakatan normalisasi negara Arab dengan Israel, ia memandang Masjid Al-Aqsa menjadi tanggung jawab Israel. Dengan kata lain, Israel memiliki kelonggaran untuk mengubah status quo.

"Ini jelas-jelas pelanggaran terhadap status quo Masjid Al-Aqsa yang ditetapkan setelah pendudukan Yerusalem di tahun 1967. Status quo tersebut jelas jelas mengatakan bahwa segala hal di balik tembok (Masjid Al-Aqsa) adalah kewenangan Yordania," ujar Zabarqa.

Hingga berita ini ditulis, baik Amerika maupun Israel belum memberikan pernyataan resmi. Seorang pejabat senior Amerika, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa kesepakatan normalisasi itu memnag dibuat dengan niatan untuk menguntungkan Israel.

"Sangat jelas dari bahasa yang digunakan dalam kesepakatan normalisasi, itu dibuat untuk menguntungkan Israel, tanpa pemahaman lengkap dari Uni Emirat Arab, dan ketidaktahuan dari Amerika," ujarnya.

ISTMAN MP | AL JAZEERA

News link: https://www.aljazeera.com/news/2020/09/israel-normalisation-partition-al-aqsa-mosque-analysts-200913185257276.html






Piala Dunia 2022, Sopir Taksi Qatar Usir Warga Israel: Mereka Membunuh Saudara Saya

4 jam lalu

Piala Dunia 2022, Sopir Taksi Qatar Usir Warga Israel: Mereka Membunuh Saudara Saya

Seorang sopir taksi di Qatar mengusir wartawan asal Israel yang akan meliput Piala Dunia 2022.


Warga Qatar Memakai Ban Lengan Pro-Palestina saat Menonton Piala Dunia 2022

1 hari lalu

Warga Qatar Memakai Ban Lengan Pro-Palestina saat Menonton Piala Dunia 2022

Warga Qatar mengenakan ban lengan dengan desain syal keffiyeh hitam-putih yang identik dengan perjuangan Palestina.


Seorang Kolonel Garda Revolusi Iran Tewas dalam Ledakan Bom di Suriah

3 hari lalu

Seorang Kolonel Garda Revolusi Iran Tewas dalam Ledakan Bom di Suriah

Garda Revolusi Iran menuduh Israel berada di balik ledakan bom rakitan di luar Damaskus, Suriah, yang menewaskan seorang kolonelnya.


Al Adaam bendera Qatar Warna merah Marun dan Putih Memiliki 9 Gerigi, Begini Sejarah dan Maknanya

3 hari lalu

Al Adaam bendera Qatar Warna merah Marun dan Putih Memiliki 9 Gerigi, Begini Sejarah dan Maknanya

Bendera nasional Qatar berwarna merah marun dan putih, punya motif 9 gerigi lebar. Begini asal usul dan makna filosofinya.


Dua Bom Meledak di Yerusalem, 1 Orang Tewas dan 22 Terluka

3 hari lalu

Dua Bom Meledak di Yerusalem, 1 Orang Tewas dan 22 Terluka

Ledakan di Yerusalem itu mengingatkan pada pengeboman bus yang merupakan ciri khas pemberontakan Palestina pada 2000-2005.


Remaja Palestina Tewas dalam Bentrokan dengan Tentara Israel di Tepi Barat

3 hari lalu

Remaja Palestina Tewas dalam Bentrokan dengan Tentara Israel di Tepi Barat

Beberapa orang juga terluka ketika sekelompok orang bersenjata menembaki pasukan Israel di dekat Makam Yusuf di Nablus, Palestina.


Warga Arab Tak Mau Diwawancarai Media dari Israel di Piala Dunia 2022

4 hari lalu

Warga Arab Tak Mau Diwawancarai Media dari Israel di Piala Dunia 2022

Warga dari negara-negara Arab di Piala Dunia 2022 menghindari wartawan Israel di Qatar yang mencoba mewawancarai mereka soal Piala Dunia


Pria Palestina Terbunuh dalam Serangan Israel di Tepi Barat

4 hari lalu

Pria Palestina Terbunuh dalam Serangan Israel di Tepi Barat

Otoritas Palestina menyebutkan seorang pria Palestina terbunuh dalam bentrokan antara pasukan Israel dan kelompok bersenjata di Tepi Barat.


Lilin Ulang Tahun Bakar Rumah di Kamp Pengungsi Jalur Gaza, 21 Orang Tewas

8 hari lalu

Lilin Ulang Tahun Bakar Rumah di Kamp Pengungsi Jalur Gaza, 21 Orang Tewas

Kebakaran yang terjadi saat perayaan ulang tahun di sebuah bangunan tempat tinggal di Jabalia, Jalur Gaza, menyebabkan 21 orang tewas


Netanyahu Setuju Melegalkan Pos-pos Pemukim Tepi Barat

8 hari lalu

Netanyahu Setuju Melegalkan Pos-pos Pemukim Tepi Barat

Netanyahu menjanjikan kepada sekutunya, Itamar Ben Gvir, bahwa pos pemukim ilegal akan disahkan dalam 60 hari pertama pemerintahannya.