Gema Takbir di Alun-alun Victoria

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Berkerudung putih membelakangi bangunan menantang langit, kaum hawa membentuk barisan rapi. Wewangian berhembus dari mukena menambah segarnya udara pagi. Mereka mengangkat tangan, bersujud, dan menggelorakan lafal: Allahu Akbar... Allahu Akbar...Allahu Akbar....

    Inilah suara takbir dari sekitar 40 ribu perempuan Indonesia di lapangan rumput Taman Victoria, Hong Kong. Suasananya mirip di Gelora Bung Karno Senayan tadi pagi dan di masjid serta lapangan di seluruh pelosok Tanah Air. Gema takbir Idul Fitri 1429 Hijriah yang jatuh pada 1 Oktober 2008.

    Di taman yang indah itu, tempat para tenaga kerja wanita asal Indonesia berkumpul. ‘’Ini yang terbesar sepanjang sejarah di Hong Kong, ‘’ ujar Nugroho Y. Aribhimo, Sekretaris Pertama Penerangan dan Sosial Budaya Konsulat Jenderal RI Hong Kong.

    Selama dua jam mulai pukul 08.00 waktu Hong Kong, prosesi salat Id dipimpin Ustad Dadan dari Jakarta, disambung ceramah oleh Ustad H. Muhammad Kalillullah dari Bandung.

    Taman Victoria adalah sebuah alun-alun kesohor. Tempat ini telah "dikuasai" para wanita untuk bersantai. Pada hari libur, Sabtu dan Minggu, mereka --warga negara Indonesia-- yang berjumlah 120 ribu berjubel di tempat ini.

    Suasana bertambah semarak pada hari ini bertepatan hari Nasional Cina, masyarakat muslim Hong Kong ikut serta. Lantaran itu, ceramah tambahan disampaikan Imam Sulaiman Wang dari Masjid Ammar Wanchai dalam bahasa Canton (bahasa asli penduduk Hong Kong).

    Salat Id juga diadakan di lapangan sepakbola daerah Taipo, perbatasan dengan Cina. Tak kurang dari 4.000 warga muslim juga dari Indonesia, merayakan Lebaran di sini. Warga Hong Kong yang mayoritas bukan muslim menyambut senang.

    Seperti di pedesaan di Indonesia. Sehabis salat Id mereka bersalaman untuk saling meminta maaf. Sebagai yang dihormati, Konsulat Jenderal RI Hong Kong, Ferry Adamhar, pun menerima jabat tangan mereka.

    Paling tidak ada lima ustad didatangkan dari Indonesia untuk memberi siraman rohani selama Ramadan. Mereka adalah Prof. Dr. Muh Ali Aziz dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, Ustad Khoiron Syuaib dari MUI Jatim, Ustad Rahmat Syukur dari Jakarta, Ustad Muhammad Kalillullah dari Bandung, dan Ustad Dadan dari Jakarta.

    Mereka berkeliling menemui kelompok-kelompok pengajian. Memimpin salat tarawih, malayani konsultasi masalah agama dengan tatap muka maupun melalui siaran radio Metro Plus Hong Kong. Selamat Idul Fitri, semoga tahun depan berkesempatan salat Id kembali.

    Supriyantho Khafid

    Disarikan dari laporan Sekretariat Penerangan Konjen RI di Hong Kong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.