Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur, Malaysia Genjot Investasi ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seminar

    Seminar "Indonesia's Investment Potential" di Dewan KRI Tawau pada 3 September 2020. Sumber: dokumen Konsulat RI Tawau, Malaysia.

    TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia telah menjadi negara ke-5 tertinggi yang berinvestasi di Indonesia. Hal itu diantaranya didorong oleh keputusan Presiden RI Joko Widodo pada 2019 lalu, yang mengumumkan rencana pemindahan Ibu Kota Indonesia ke Kalimantan Timur.

    Dalam sebuah seminar “Indonesia’s Investment Potential” yang diselenggarkan oleh Konsulat RI di Tawau, Malaysia, terungkap bahwa Tawau adalah salah satu kota di Malaysia yang terdekat dengan calon Ibu Kota Negara Indonesia yang baru itu. Ketua Menteri (setara gubernur) Sabah, Shafie Apdal, bahkan telah berkunjung ke Kalimantan Timur.

    Seminar “Indonesia’s Investment Potential” di Dewan KRI Tawau pada 3 September 2020. Sumber: dokumen Konsulat RI Tawau, Malaysia.

    Dengan rencana perpindahan Ibu Kota Indonesia ke Kalimantan Timur, maka ini akan menjadikan Sabah sebagai daerah di Malaysia yang terdekat dengan calon ibu kota Indonesia yang baru.

    Pada masa pandemi ini, ekonomi Indonesia turun sebesar -5,32% dan investasi asing di Indonesia pada semester I turun sampai dengan -8,1%. Sekitar 5,5 juta pekerja Indonesia telah terdampak negative akibat pandemic. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia berusaha untuk meningkatkan jumlah investor asing. Dan karena kedekatan wilayah, KRI-Tawau melihat para pengusaha dari Sabah sangat berpotensi untuk berinvestasi di Indonesia.

    Konsulat RI di Tawau, Malaysia dalam keterangan, Kamis, 3 September 2020, menjelaskan guna memfasilitasi para pengusaha Malaysia di Sabah yang berminat berinvestasi di Indonesia, maka seminar “Indonesia’s Investment Potential” digelar. Dengan begitu, diharapkan para calon investor dari Sabah bisa mendapat informasi detail mengenai peraturan, potensi dan sektor-sektor investasi yang terbuka untuk investasi asing.

    Pada pidato pembukaan, Konsul RI menyampaikan keyakinannya akan peningkatan kerjasama ekonomi Indonesia dan Malaysia khususnya di daerah perbatasan dan sekitarnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengusaha Malaysia di Sabah dapat mengambil kesempatan pertama pada sektor-sektor investasi yang ditawarkan.

    Dalam diskusi itu, antusiasme para peserta terlihat dari banyaknya yang mengajukan pertanyaan diantaranya terkait kepastian hukum investasi di Indonesia dan perlindungan terhadap investor asing. Banyak pula peserta yang ingin mengetahui kesempatan-kesempatan bagi para pengusaha lokal berpartisipasi pada berbagai proyek pembangunan di calon Ibu Kota Indonesia yang baru, dan kemungkinan untuk berinvestasi di bidang lain seperti perdagangan elektronik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

    Jaga kesehatan mental saat pandemi Covid-19 dengan panduan langsung dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).