4 Negara Meminta Pertanggungjawaban Rusia Atas Kasus Alexei Navalny

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di Moskow, Russia, 11 Desember 2018. Alexei Navalny saat itu sedang melakukan perjalanan dari Siberia ke Moskow setelah melakukan perjalanan kerja ke kota Tomsk. Beberapa saat terbang, pesawat kemudian mendarat darurat di Siberia. Navalny kemudian dilarikan ke rumah sakit darurat nomor 1 di kota Omsk, Siberia. REUTERS/Maxim Shemetov

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jerman, tanpa ragu, memastikan bahwa Alexei Navalny diracun. Kritikus yang vokal menentang Pemerintah Rusia tersebut, menenurut hasil tes di lab, diracun menggunakan Novichok. Novichok sendiri adalah racun syaraf yang kerap digunakan intelijen Rusia untuk mengeliminasi target-targetnya.

Temuan baru tersebut tak ayal menimbulkan reaksi keras dari berbagai negara. Mayoritas negara mengecam penggunaan racun tersebut dan meminta mereka yang mencoba membunuh Alexei Navalny ditindak. Berikut berbagai reaksi negara, termasuk Rusia, yang telah dikumpulkan Tempo dari berbagai sumber, Kamis, 3 September 2020.

1. Prancis
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian mengecam apa yang terjadi pada Alexei Navalny. Menurutnya, adanya percobaan pembunuhan terhadap Navalny dengan racun Novichok adalah hal yang tak bertanggungjawab dan mengejutkan.

"Kami mengutuk siapapun yang berani melakukan tindakan tidak bertanggung jawab dan mengerikan kepada Alexei Navalny," ujar Jean-Yves Le Drian, dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 3 September 2020.

"Mengetahui status politik Alexei Navalny dan Rusia, adanya serangan kepadanya menimbulkan berbagai pertanyaan. Pemerintah Rusia bertanggungjawab meresponnya," ujarnya menambahkan.

2. Inggris
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mendesak Pemerintah Rusia untuk menjelaskan apa yang terjadi terhadap Alexei Navalny. Menurutnya, apa yang terjadi pada Navalny benar-benar mengerikan.

"Kami sendiri pernah menghadapi langsung dampak dari racun Novichok di Inggris, Rusia harus bisa menjelaskan perkara ini. Kami akan bekerjasama dengan rekan-rekan internasional untuk memastikan ada keadilan untuk Navalny," ujar Boris Johnson.

3. Jerman
Kanselir Jerman Angela Merkel mengecam percobaan pembunuhan terhadap Alexei Navalny dengan racun Novichok. Ia pun menyebut Navalny sebagai korban tindak kriminal.

"Ada upaya untuk membungkamnya dan saya, atas nama Pemerintah Jerman, mengutuk tindak pidana tersebut," ujar Merkel menegaskan. Merkel menambahkan bahwa dirinya sudah memberi tahu NATO dan Uni Eropa perihal temuannya untuk membuka kemungkinan kerjasama investigasi.

Angela Merkel tidak memberikan penjelasan soal adanya permintaan dari Kejaksaan Rusia untuk berbagi data soal Alexei Navalny.

4. Amerika
Senada dengan negara-negara lainnya, Pemerintah Amerika mengecam apa yang terjadi pada Alexei Navalny. Menurut Pemerintah Amerika, percobaan pembunuhan terhadap Navalny sunggug tak bertanggung jawab.

"Kami akan bekerja sama dengan sekutu kami untuk meminta pertanggungjawaban dari Rusia," ujar juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika, John Ulyot yang membuka kemungkinan sanksi terhadap Rusia.

Pemerintah Amerika menambahkan bahwa Rusia berhak membela diri atas reaksi keras yang dilancarkan berbagai negara. Namun, tidak dengan Novichok.

5. Rusia
Juru bicara Pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, menyatakan siap kooperatif dan membantu investigasi terkait percobaan pembunuhan terhadap Alexei Navalny. Namun, kata Peskov, mereka yang akan menginvestigasi harus bersikap terbuka, saling berbagi data dan temuan dengan Rusia.

"Kami memastikan siap dan tertarik untuk bekerjasama menginvestigasi kasus Alexei Navalny, termasuk bertukar data soal ini dengan Jerman," ujar Peskov yang bersikeras bahwa investigasi awal oleh Rusia tidak menemukan jejak Novichok di tubuh Navalny. 

ISTMAN MP | AL JAZEERA

News link: https://www.aljazeera.com/news/2020/09/crime-world-leaders-react-navalnvy-poisoning-200902173337346.html






Rusia Aneksasi Wilayah Ukraina, Indonesia Tak Berani Bersikap Tegas?

32 menit lalu

Rusia Aneksasi Wilayah Ukraina, Indonesia Tak Berani Bersikap Tegas?

Pengamat CSIS mengatakan, dengan tidak menyebutkan nama Rusia, pernyataan Indonesia ihwal aneksasi wilayah Ukraina dapat disalahartikan


Melalui Dekret, Zelensky Tutup Semua Prospek Negosiasi dengan Putin

1 jam lalu

Melalui Dekret, Zelensky Tutup Semua Prospek Negosiasi dengan Putin

Selain dengan Putin, Zelensky tetap membiarkan pintu terbuka untuk pembicaraan dengan Rusia.


Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

3 jam lalu

Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

Inggris menyambut baik pernyataan penolakan Indonesia tentang referendum palsu Rusia dan pencaplokan secara ilegal wilayah kedaulatan Ukraina.


Hari Hewan Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapan di 4 Oktober

6 jam lalu

Hari Hewan Sedunia, Begini Kilas Balik Penetapan di 4 Oktober

Peringatan Hari Hewan Sedunia tahunan ini untuk merayakan hak dan kesejahteraan hewan di seluruh dunia.


Wamil Rusia: Pengacara Kebanjiran Klien sampai Tips Cara Kabur

6 jam lalu

Wamil Rusia: Pengacara Kebanjiran Klien sampai Tips Cara Kabur

Pengacara Rusia kebanjiran klien yang mencoba menghindari wajib militer untuk berperang di Ukraina dan ramainya tips cara kabur di medsos.


Pentagon: Ukraina di Jalur Tepat Gapai Kemenangan Lawan Rusia

6 jam lalu

Pentagon: Ukraina di Jalur Tepat Gapai Kemenangan Lawan Rusia

Pejabat Pentagon memperkirakan Ukraina sudah berada di jalur yang benar untuk mencapai beberapa tujuan utamanya di medan perang melawan Rusia.


Pasca-Wajib Militer Putin, Tiket Pesawat Sekali Jalan dari Rusia Naik 27 Persen

6 jam lalu

Pasca-Wajib Militer Putin, Tiket Pesawat Sekali Jalan dari Rusia Naik 27 Persen

Jumlah tiket penerbangan satu arah yang diterbitkan dari Rusia meningkat 27 persen setelah Putin umumkan mobilisasi militer ke Ukraina


Dukung Aneksasi oleh Rusia, Korea Utara Kecam Standar Ganda AS

6 jam lalu

Dukung Aneksasi oleh Rusia, Korea Utara Kecam Standar Ganda AS

Korea Utara mendukung aneksasi oleh Rusia atas bagian-bagian wilayah Ukraina seraya mengecam standar ganda Amerika Serikat


Rusia Disebut Mengalihkan Pasukan di Perbatasan

8 jam lalu

Rusia Disebut Mengalihkan Pasukan di Perbatasan

Rusia dilaporkan telah mengalihkan pasukan militernya dari perbatasan di pangkalan-pangkalan Eropa Utara selama invasinya ke Ukraina.


Kapal Pesiar Diduga Milik Miliarder Asal Rusia yang Kena Sanksi Bakal Dilelang

8 jam lalu

Kapal Pesiar Diduga Milik Miliarder Asal Rusia yang Kena Sanksi Bakal Dilelang

Kapal pesiar mewah diduga milik miliarder asal Rusia, Igor Kasaev, dilelang. Kasaev dikenai sanksi dampak invasi Rusia ke Ukraina.