Polisi Menahan 22 Orang Terkait Kasus Skandal Susu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif , Beijing: Kepolisian Cina telah menahan 22 orang tersangka kasus skandal susu yang terkontaminasi melamin. Dalam kasus ini setidaknya 53 000 bayi menjadi korban dari susu beracun ini.


    Seperti dilansir koran lokal, 19 orang yang ditahan termasuk manager produksi, penjualan dan peternakan. “Menurut investigasi polisi, melamin diproduksi dengan mesin-mesin yang disembunyikan dan kemudian dijual ke pusat produksi susu,” papar koran lokal Cina tersebut.


    Seorang tersangka yang bernama Gao dicurigai telah memproduksi bubuk protein mengandung melamin, yang dapat mengelabui saat pemeriksaan kualitas. Sedangkan tersangka yang bernama Xue yang menjual bubuk terkontaminasi itu ke bagian produksi susu tersebut.


    Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Cina, menyatakan bahwa 80 persen lebih dari 12.892 anak dirawat di rumah sakit dalam beberapa pekan terakhir dengan usia dua tahun atau kurang karena keracunan susu. “Empat anak tewas dan 104 lainnya dalam kondisi serius.”


    Menteri kesehatan mengatakan bahwa kebanyakan anak sakit karena mengkonsumsi susu formula dari satu perusahaan di Shijiazhuang Sanlu Group Co. perusahaan susu yang menjadi pusat skandal.


    Sementara Pemerintah Singapura menemukan bahan kimia Melamin di produk lainnya di permen susu merek White Rabbit. Dalam dua pekan ini akan ada penarikan 22 produk berbahan susu yang kemungkinan terkontaminasi melamine. Melamine yang digunakan untuk bahan pembuatan plastik, bisa menyebabkan gagal ginjal.


    Di Hongkong, seorang anak usia tiga tahun yang telah mengkonsumsi permen susu Yili setiap hari selama 15 bulan, diantar orangtuanya memeriksakan ke rumah sakit. Padahal, permen Yili termasuk dari 22 produk yang terkontaminasi Melamine. Sementara Yili menyatakan akan membayar seluruh pengobatan gadis tersebut karena mengkonsumsi produknya.


    Pemerintah Singapura dan Jepang telah meminta 22 produk dari Cina yang terdaftar segera ditarik ulang. Sementara Malaysia dan Brunei Darussalam melarang produk itu masuk negara mereka.


    AFP| Nur Haryanto




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.