Turki Lanjutkan Eksplorasi di Daerah Sengketa Mediterania Timur, Yunani Marah

Kapal-kapal Yunani dan Prancis berlayar dalam formasi selama latihan militer bersama di laut Mediterania, dalam gambar rilis foto tidak bertanggal yang diperoleh Reuters pada 13 Agustus 2020. [Kementerian Pertahanan Yunani / Handout via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Turki memastikan bahwa kapal eksplorasi lepas laut mereka, Oruc Reis, akan tetap menggelar survei seismis di perairan Mediterania Timur. Sengketa yang terjadi di sana, ujar mereka, tidak akan mempengaruhi survei yang ada.

"Oruc Reis akan tetap bekerja hingga 12 September" ujar keterangan dari Angkatan Laut Turki, pada hari Senin kemarin waktu setempat, 31 Agustus 2020.

Pernyataan tersebut tak ayal menimbulkan kemarahan dari negara tetangga, Yunani. Mereka merasa Turki dengan sengaja mencari gara-gara di perairan Mediterania Timur. Sebab, lokasi di mana Turki akan menggelar survei, menurut Yunani, masih diperdebatkan perihal masuk ke wilayah siapa.

Area survei yang dimaksud Yunani adalah titik eksplorasi sumber daya hidrokarbon. Titik tersebut berada di sisi perbatasan perairan Yunani dan Turki. Turki menganggap bagian di mana sumber daya alam itu berada adalah milik mereka, sementara Yunani mengatakan sebaliknya karena kawasan itu dikelilingi pulau-pulau mereka.

Turki sendiri, awalnya, berencana menggelar survei sesimic hingga 1 September saja. Namun, belakangan, Turki secara sepihak memperpanjang durasi survei hingga 12 September. Hal itu makin memperburuk situasi dengan Yunani.

Untuk menunjukkan siapa yang berkuasa atas kawasan tersebut, kedua negara saling unjuk kekuatan dengan menggelar latihan militer. Keduanya ingin menunjukkan bahwa situasi di Mediterania Timur bisa memanas apabila diinginkan.

Merespon situasi di Mediterania Timur, Uni Eropa mendorong kedua negara untuk segera menggelar dialog. Menurut mereka, tidak boleh ada negara yang mengambil keputusan sepihak di kawasan perairan kaya sumber daya tersebut. Yunani menyetujui langkah itu, namun ragu Turki akan menurut.

"Turki terus menghindari ajakan untuk dialog dan malah semakin memprovokasi, Kami tidak akan mudah diancam," ujar Kementerian Luar Negeri Yunani.

Yunani mengaku akan terus membuat kesepakatan dengan negara-negara tetangga untuk memastikan perbatasan perairan mereka. Hal itu akan mengacu pada hukum perairan internasional. Adapun pekan lalu Yunani sudah melakukannya dengan Mesir.

ISTMAN MP | REUTERS

News Link: https://uk.reuters.com/article/uk-turkey-greece/turkey-extends-work-of-mediterranean-exploration-ship-through-sept-12-idUKKBN25R2QC






Ditekan Turki, Swedia akan Perketat UU Antiterorisme

6 jam lalu

Ditekan Turki, Swedia akan Perketat UU Antiterorisme

Langkah ini dilakukan setelah Stockholm pada Juni lalu berusaha mengatasi keberatan Turki jika Swedia bergabung dengan NATO


Sejarah Wabah Athena yang Menjadi Pandemi Misterius dan Paling Mematikan di Dunia

15 jam lalu

Sejarah Wabah Athena yang Menjadi Pandemi Misterius dan Paling Mematikan di Dunia

Wabah Athena pada 430 SM membuat setengah penduduknya meninggal dan menjadi pandemi paling mematikan di dunia


Turki Dukung Keanggotaan NATO untuk Finlandia , tetapi Tidak untuk Swedia

19 jam lalu

Turki Dukung Keanggotaan NATO untuk Finlandia , tetapi Tidak untuk Swedia

Finlandia tidak ingin meninggalkan Swedia dalam proses keanggotaan NATO.


Kutuk Pembakaran Al Quran di Swedia, Hungaria: Bisa Pengaruhi Prospek Masuk NATO

1 hari lalu

Kutuk Pembakaran Al Quran di Swedia, Hungaria: Bisa Pengaruhi Prospek Masuk NATO

Salah satu negara anggota NATO, Hungaria, mengutuk tanggapan Stockholm atas pembakaran Al Quran di Swedia.


Tiga Orang Ditikam Pisau di Dekat Markas Uni Eropa Brussels

2 hari lalu

Tiga Orang Ditikam Pisau di Dekat Markas Uni Eropa Brussels

Seorang pria melakukan penyerangan dengan pisau di stasiun metro di Brusel, Belgia dekat markas Uni Eropa Tiga orang terluka.


Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

2 hari lalu

Top 3 Dunia: Turki Ingatkan Ancaman Islamofobia Hingga Ancaman Perang AS-Cina

Berita Top 3 Dunia pada Senin 30 Januari 2023 diawali oleh kabar Turki peringatkan warganya soal Islamofobia di Eropa


Terganjal Turki, Finlandia Enggan Masuk NATO tanpa Swedia

3 hari lalu

Terganjal Turki, Finlandia Enggan Masuk NATO tanpa Swedia

Finlandia menegaskan akan bertahan dengan rencananya untuk bergabung dengan NATO bersama Swedia, negara tetangga Nordiknya.


Pasca Pembakaran Al Quran, Turki Peringatkan Warganya Ancaman Islamofobia

4 hari lalu

Pasca Pembakaran Al Quran, Turki Peringatkan Warganya Ancaman Islamofobia

Turki memperingatkan warganya terhadap "kemungkinan serangan Islamofobia, xenofobia, dan rasisme" di Amerika dan Eropa


Rasmus Paludan Ancam Akan Bakar Al Quran Setiap Hari Jumat

4 hari lalu

Rasmus Paludan Ancam Akan Bakar Al Quran Setiap Hari Jumat

Politisi Rasmus Paludan mengancam akan melakukan pembakaran Al Quran hingga Swedia diterima jadi anggota NATO.


Uni Eropa Cari Cara Kurangi Masuknya Imigran Ilegal

6 hari lalu

Uni Eropa Cari Cara Kurangi Masuknya Imigran Ilegal

Uni Eropa mulai ruwet karena imigran ilegal mulai membanjiri Benua Biru itu.