Donald Trump Bela Pelaku Penembakan di Kerusuhan Kenosha

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump mengepalkan tinjunya ke kerumunan saat dia berdiri bersama ibu negara Melania Trump dan putranya Donald Trump Jr. dan pacar putranya Kimberly Guilfoyle setelah menyampaikan pidato penerimaannya sebagai calon presiden dari Partai Republik 2020 selama acara terakhir Partai Republik Konvensi di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, AS, 27 Agustus 2020. REUTERS/Carlos Barria

    Presiden AS Donald Trump mengepalkan tinjunya ke kerumunan saat dia berdiri bersama ibu negara Melania Trump dan putranya Donald Trump Jr. dan pacar putranya Kimberly Guilfoyle setelah menyampaikan pidato penerimaannya sebagai calon presiden dari Partai Republik 2020 selama acara terakhir Partai Republik Konvensi di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, AS, 27 Agustus 2020. REUTERS/Carlos Barria

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump membela Kyle Rittenhouse, pria berusia 17 tahun, yang menembak dua orang di tengah unjuk rasa tragedi Kenosha, Wisconsin. Menurut Donald Trump, Kyle Rittenhouse terpaksa menembak kedua korbannya untuk membela diri agar bukan ia yang mati.

    "Dia mencoba untuk kabur dari mereka. Kemudian ia jatuh dan diserang habis-habisan. Saya rasa dia berada dalam masalah besar dan mungkin malah dia yang terancam nyawanya," ujar Donald Trump pada hari Senin kemarin waktu Amerika, 31 Agustus 2020.

    Diberitakan sebelumnya, kerusuhan di Kenosha dipicu peristiwa penembakan Jacob Blake oleh polisi  pada 23 Agustus lalu. Pria tersebut ditembak tujuh kali di hadapan anak-anaknya dan terancam lumpuh selamanya.

    Belakangan, aksi unjuk rasa itu berujung rusuh. Kyle Rittenhouse, yang hadir di kerusuhan tersebut, menembak tiga orang dengan senapan laras panjangnya. Dua di antara targetnya tewas di tempat.

    Karena sudah berusia 17 tahun, Kyle dimasukkan dalam kategori dewasa oleh aparat penegak hukum. Ia dijerat dengan dua pasal pembunuhan dan satu pasal percobaan pembunuhan. Hukumannya berupa penjara. Walau begitu, tim kuasa hukum berkeyakinan Kyle hanya membela diri kala itu.

    Donald Trump melanjutkan, dirinya berharap tidak ada lagi kerusuhan menjelang Pilpres Amerika yang akan digelar November nanti. Namun, ia tidak mengecam aksi kekerasan yang ada dan malah menuduh kelompok saya kiri sebagai anarkis dan pembuat rusuh.

    "Kekerasan di Amerika akan meningkat jika Joe Biden yang menang karena dia menurut pada mentalitas gerombolan sayap kiri. Di Amerika, kita menjunjung demokrasi, bukan keinginan gerombolan," ujar Donald Trump menegaskan.

    Menanggapi pernyataan Donald Trump, Capres Joe Biden menganggapnya hanya bersilat lidah. Di balik kata-katanya, kata Joe Biden, jelas terlihat Donald Trump mendukung kekerasan.

    "Donald Trump telah menunjukkan bahwa dia tidak mengecam kekerasan. Ia bahkan tidak menertibkan supporternya yang melakukan pembunuhan. Dia terlalu lemah dan pengecut atas kebencian yang ia ciptakan sendiri," ujar Joe Biden.

    Donald Trump diagendakan berkunjung ke lokasi tragedia Kenosha pada Selasa ini untuk mengecek lokasi kerusuhan.

    ISTMAN MP | REUTERS

    News link: https://uk.reuters.com/article/uk-global-race-usa-trump/trump-defends-accused-kenosha-gunman-saying-his-life-was-likely-in-danger-idUKKBN25S35F


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.