Virus Corona Naik, Korea Selatan Belum Mau Perketat Aturan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelanggan menunggu minuman dari sebuah robot di sebuah kafe di Daejeon di tengah pandemi wabah Virus Corona di Korea Selatan, 25 Mei 2020. REUTERS/Kim Hong-Ji

    Pelanggan menunggu minuman dari sebuah robot di sebuah kafe di Daejeon di tengah pandemi wabah Virus Corona di Korea Selatan, 25 Mei 2020. REUTERS/Kim Hong-Ji

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Korea Selatan pada Jumat, 28 Agustus 2020, memutuskan tidak memperketat aturan pembatasan gerak masyarakat ke level tertinggi, kendati kenaikan kasus virus corona di negara itu menyentuh tiga digit.

    Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun mengatakan pemerintah memilih memperpanjang social distancing fase ke dua, yang seharusnya berakhir pada pekan ini. social distancing fase dua akan diperpanjang setidaknya satu pekan ke depan.

    “Fase ke tiga jaga jarak fisik (social distancing) adalah sebuah pilihan terakhir yang bisa memberikan dampak pada perekonomian dan kehidupan sosial,” kata Chung, dalam sebuah pertemuan pemerintah.

    Pejalan kaki dengan masker wajah menyeberang jalan di tengah penyebaran virus corona di Seoul, Korea Selatan, 28 Mei 2020. [REUTERS / Kim Hong-Ji]

    Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (KCDC) melaporkan ada 371 kasus baru virus corona per Kamis malam, 27 Agustus 2020. Dengan begitu, total di Korea Selatan ada 19.077 kasus virus corona. Dari jumlah itu, 316 pasien berakhir dengan kematian.

    Korea Selatan menggunakan kebijakan pelacakan jejak yang ketat pada pasien sebelum terdiagnosis terinfeksi virus corona. Negeri gingseng itu, juga melakukan tes virus corona besar-besaran pada awal tahun ini. Namun negara itu tampaknya mengalami kemunduran pada Agustus ini setelah jamaah di sebuah gereja menjadi kluster baru penyebaran virus corona dan sebuah kampanye pemilu.         

    Otoritas kesehatan Korea Selatan telah memberlakukan social distancing fase 2 pada 16 Agustus 2020 untuk wilayah Ibu Kota Seoul. Namun pada pekan lalu, aturan ini sudah diperluas hingga seluruh nasional. Awal pekan ini, otoritas Ibu Kota Seoul memerintahkan sebagian besar sekolah di wilayah itu dan sekitar Seoul, ditutup.

    Seoul juga telah mewajibkan penggunaan masker di dalam ruangan maupun di ruang-ruang umum. Tempat-tempat seperti gereja, klub malam, bar karaoke dan tempat lain yang berpotensi menyebarkan virus corona, tidak beroperasi.        

    Sumber: https://www.asiaone.com/asia/south-korea-stops-short-toughest-coronavirus-measures-despite-case-rise


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.