Ribuan Perempuan Unjuk Rasa Tuntut Presiden Belarus Alexander Lukashenko Mundur

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan perempuan berunjuk rasa di jalan-jalan ibukota Minsk kemarin menuntut Presiden Belarus Alexander Lukashenko mundur. [Today Online]

    Ribuan perempuan berunjuk rasa di jalan-jalan ibukota Minsk kemarin menuntut Presiden Belarus Alexander Lukashenko mundur. [Today Online]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan perempuan berbaris dalam unjuk rasa anti pemerintahan Alexander Lukashenko di Minsk, ibukota Belarus hari Sabtu, 29 Agustus 2020 membawa bendera Belarus, bunga, dan balon.

    Para perempuan menyebut unjuk rasa ini sebagai solidaritas untuk menuntut Presiden Belarus Alexander Lukashenko dan pemerintahannya mundur.

    "Ini kota kami dan anda lebih baik melindungi kami," teriakan para pengunjuk rasa.

    Unjuk rasa di jalan-jalan kota Minsk mendapat pengawalan dari polisi dan tentara Belarus. Unjuk rasa serupa juga terjadi di beberapa kota di negara itu.

    Unjuk rasa memprotes pemerintahan Lukashenko terus berlanjut sejak hasil pemilu yang dianggap tidak jujur 9 Agustus lalu.

    Nmaun Presiden Alexander Lukashenko menolak tuntutan oposisi terhadap hasil pemilu yang membawanya kembali sebagai presiden. Lukashenko telah berkuasa selama 26 tahun.

    Lukashenko menuding negara-negara Barat telah mendanai para pengunjuk rasa dan juga menuding NATO mengerahkan pasukannya ke perbatasan Belarus.

    Sumber:
    https://www.reuters.com/article/us-belarus-election-protests-women/women-march-through-belarusian-capital-calling-for-lukashenko-to-step-down-idUSKBN25P0OP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.