Kondisi Alexei Navalny Kritis, Kejaksaan Rusia Ogah Investigasi Kasusnya

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di Moskow, Russia, 29 September 2019. Navalny juga dikenal aktif di sosial media. Mayoritas pengikutnya merupakan kalangan muda, yang meledek kelompok mapan dan setia kepada Putin. Dia memiliki cara untuk mendapatkan informasi soal perusahaan dan kinerja keuangan yaitu menjadi pemegang saham minoritas. REUTERS/Shamil Zhumatov

    Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di Moskow, Russia, 29 September 2019. Navalny juga dikenal aktif di sosial media. Mayoritas pengikutnya merupakan kalangan muda, yang meledek kelompok mapan dan setia kepada Putin. Dia memiliki cara untuk mendapatkan informasi soal perusahaan dan kinerja keuangan yaitu menjadi pemegang saham minoritas. REUTERS/Shamil Zhumatov

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi Alexei Navalny, kritikus yang vokal menentang Kremlin, masih kritis. Menurut juru bicara keluarga Alexei Navalny, Kira Yarmysh, belum ada tanda-tanda kondisinya akan membaik. Adapun saat ini Alexei Navalny tengah menjalani perawatan di Rumah Sakti Charite, Berlin.

    Di saat bersamaan, Kejaksaan Rusia menyatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan investigasi kriminal atas kasus Alexei Navalny. Walau diagnosis dokter di Jerman menyatakan ada indikasi dia diracun, kejaksaan menyatakan tidak ada cukup bukti untuk menyatakan ada tindak kriminal.

    "Kami tidak melihat adanya keperluan untuk menginvestigasi hal ini," ujar pernyataan pers Kejaksaan Agung Rusia, dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 27 Agustus 2020.

    Diberitakan sebelumnya, Alexei Navalny adalah kritikus asal Rusia yang mendadak jatuh koma ketika melakukan perjalanan dari Siberia ke Moskow, Kamis pekan lalu. 

    Ia sempat dirawat di Rumah Sakti Omsk, Siberia setelah pesawat yang ia tumpangi mendarat darurat. Namun, karena dirasa tidak aman untuk membiarkannya dirawat di Siberia, keluarga Alexei Navalny memutuskan untuk memindahkannya ke Rumah Sakit Charite Berlin.

    Di Berlin, diagnosis dokter menyatakan bahwa ditemukan indikasi Alexei Navalny benar diracun. Sebab, di dalam tubuhnya, ditemukan jejak Cholinesterase Inhibitors. Zat tersebut, apabila digunakan secara berlebihan, efeknya bisa berbahaya. Beberapa di antaranya mulai dari mengakibatkan kerusakan total pada syaraf pusat, gagal pernafasan, hingga lumpuh total.

    Pernyataan dokter di Berlin tersebut bertentangan dengan pernyataan di Siberia. Di Siberia, dokter yang bertugas sempat mengatakan bahwa tidak ada jejak racun di tubuh Alexei Navalny. Belakangan, otoritas setempat menyatakan bahwa ada jejak senyawa berbahaya di tubuh Navalny.

    Temuan awal itu mendorong Jerman untuk mendesak investigasi untuk perkara percobaan pembunuhan terhadap Alexei Navalny. Rusia, seperti dikatakan di atas, merasa investigasi belum diperlukan. Namun, jika ada bukti kuat dari Jerman, mereka terbuka untuk berubah pikiran.

    "Kami sudah meminta Jerman untuk berbagi informasi soal kondisi Navalny dan kami berjanji akan memberikan balasan sebagai gantinya," ujar Kejaksaan Agung Rusia.

    Sejauh ini, investigasi yang sudah dilakukan Rusia baru sebatas mengecek hotel, rute perjalanan Navalny, serta mengecek rekaman CCTV. Dari pemeriksaan itu, mereka mengklaim tidak ada cukup bukti untuk memulai investigasi.

    ISTMAN MP | REUTERS

    News link: https://www.reuters.com/article/us-russia-politics-navalny-probe/russian-prosecutors-say-no-need-for-criminal-investigation-in-navalny-affair-idUSKBN25N14R?il=0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H