Teroris Christchurch Dipenjara Seumur Hidup, Ini Tanggapan Pejabat Selandia Baru

Brenton Tarrant, teroris yang menembak dan membunuh jemaah dalam serangan masjid Christchurch, terlihat selama sidang vonis di Pengadilan Tinggi di Christchurch, Selandia Baru, 24 Agustus 2020. [John Kirk-Anderson / Pool via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Selandia Baru telah menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada pelaku pembantaian di Christchurch yang terjadi tahun lalu. Majelis hakim menyatakan bahwa sang pelaku, Brenton Tarrant, telah melakukan kejahatan yang kelewat keji sehingga hukuman seumur hidup pun rasanya masih ringan.

Brenton Tarrant, yang berasal dari Australia, digugat untuk 51 perkara pembunuhan dan 40 perkara percobaan pembunuhan, serta 1 perkara tindak pidana terorisme. Atas tindakannya, yang menewaskan 50 orang, keluarga korban memintanya untuk dihukum seumur hidup.

Berikut adalah beberapa kutipan dari persidangan putusan Brenton Tarrant yang dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 27 Agustus 2020.

1. Hakim Agung Cameron Mander
"Kejahatanmu sungguh keji. Bahkan, kalaupun dirimu ditahan hingga dirimu mati nanti, hal tersebut tidak akan menghapus kesalahanmu. Hal yang bisa saya katakan, kamu sungguh-sungguh tidak memiliki empati terhadap korban-korban mu."

"Kebencian yang berada di dalam hatimu terhadap komunitas tertentu tidak memiliki tempat di negeri ini, bahkan di manapun kamu berada."



2. Perdana Menteri Jacinda Ardern
"Saya ingin mengakui kekuatan komunitas Muslim kami di mana telah berbagi kesaksian di persidangan. Kalian sungguh kuat ketika harus mengingat kembali peristiwa mengerikan tersebut dan merasakan kembali sakitnya."

"Trauma dari peristiwa di Christchurch tidak bisa disembuhkan dengan mudah. Saya berharap peristiwa terorisme itu menjadi yang terakhir untuk Selandia Baru. Dia (Brenton Tarrant) pantas dihukum dan didiamkan seumur hidup."


Brenton Tarrant mengajukan permohonan tidak bersalah selama penampilan singkat melalui tautan audio visual di Pengadilan Tinggi di Christchurch pagi ini.[Mark Mitchell/New Zealand Herald]



3. Jaksa Mark Zarifeh
"Kejahatan yang dilakukan (oleh Brenton Tarrant) tidak ada bandingannya di Selandia Baru. Kejahatan tersebut termotivasi oleh sikap rasis, ideologi xenophpbia, serta keinginan untuk memunculkan teror di komunitas Muslim."

"Pelaku kejahatan sungguh-sungguh merencanakan serangannya dengan misi menghabisi sebanyak mungkin orang yang bisa ia temui."



4. Imam Masjid Al Noor, Gamal Fouda
"Tidak ada hukuman yang bisa mengembalikan keluarga dan sahabat kami. Kami menghormati sistem hukum Selandia Baru. Kami, selaku bagian dari Komunitas Muslim Selandia Baru, bersama-sama mendorong perang terhadap kebencian."

"Penganut ekstrimisme di manapun itu sama saja, mau mereka menggunakan agama, nasionalisme, ataupun ideologi. Mereka semua mewakili kebencian. Di sini, kami menghormati rasa sayang, toleransi, antara muslim dan non muslim."



5. Komisioner Polisi Selandia Baru Andrew Coster
"Meski putusan ini akan dikenang dalam sejarah Selandia Baru, efeknya terhadap korban serta kisah perjuangan mereka pasca bencana tersebut juga harus selalu diingat."

"Investigasi kasus ini adalah salah satu yang terbesar dan terrumit di sejarah Selandia Baru. Saya bangga terhadap kerja tim saya dengan perhatian yang begitu teliti ke detail dan komitmen untuk mengutamakan korban dahulu."

ISTMAN MP | REUTERS

News link: https://www.reuters.com/article/us-newzealand-shooting-factbox/quotes-from-sentencing-of-new-zealand-mosque-shooter-idUSKBN25N09H?il=0






Sinyal Jokowi Cabut Status Pandemi Covid-19, Ini 5 Negara yang Sudah Tak Wajibkan Pakai Masker

3 hari lalu

Sinyal Jokowi Cabut Status Pandemi Covid-19, Ini 5 Negara yang Sudah Tak Wajibkan Pakai Masker

Jokowi memberikan sinyal akan nyatakan pandemi Covid-19 di Indonesia akan berakhir. Negara mana saja yang sudah bebas masker?


Prancis Tutup Masjid, Tuding Imam Radikal

8 hari lalu

Prancis Tutup Masjid, Tuding Imam Radikal

Pemerintah Prancis mengumumkan akan menutup masjid karena menganggap imamnya radikal,


India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

9 hari lalu

India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

Pemerintah India membekukan kelompok Islam Popular Front of India (PFI) dan afiliasinya karena dinilai terlibat "terorisme"


Wagub DKI Riza Patria Imbau Umat Islam Tak Mudah Terprovokasi

12 hari lalu

Wagub DKI Riza Patria Imbau Umat Islam Tak Mudah Terprovokasi

"Umat Islam sebagai mayoritas jangan gampang terprovokasi. Kami harus sejuk damai, mengalah, dan mau kompromi," kata Wagub DKI Riza Patria


Kasus Mayat dalam Koper: Ibu Korban Ditangkap di Korea Selatan

22 hari lalu

Kasus Mayat dalam Koper: Ibu Korban Ditangkap di Korea Selatan

Polisi Korea Selatan menangkap seorang wanita terduga pembunuh dua anaknya yang jenazahnya ditemukan di dalam koper di Selandia Baru


Korea Selatan Tangkap Ibu dari Jasad Dua Anak dalam Koper Selandia Baru

22 hari lalu

Korea Selatan Tangkap Ibu dari Jasad Dua Anak dalam Koper Selandia Baru

Kepolisian Korea Selatan menangkap wanita berusia 42 tahun yang diduga ibu dari dua anak yang mayatnya ditemukan di dalam koper di Selandia Baru


Selandia Baru Hapus Pembatasan Perjalanan, Tak Perlu Syarat Vaksin dan Tes Covid-19

23 hari lalu

Selandia Baru Hapus Pembatasan Perjalanan, Tak Perlu Syarat Vaksin dan Tes Covid-19

Sebelumnya, Selandia Baru mengharuskan para pelancong untuk menunjukkan bukti vaksinasi untuk masuk serta tes tepat setelah kedatangan.


Top 3 Dunia: Balas Dendam Raja Charles hingga Jokowi Tak Hadiri Sidang PBB

23 hari lalu

Top 3 Dunia: Balas Dendam Raja Charles hingga Jokowi Tak Hadiri Sidang PBB

Berita top 3 dunia kemarin adalah reputasi buruk Raja Charles I dan II, Selandia Baru tak akan jadi republik hingga Jokowi tak hadiri sidang umum PBB.


Ratu Elizabeth II Mangkat, PM Ardern: Selandia Baru Tak Jadi Republik dalam Waktu Dekat

24 hari lalu

Ratu Elizabeth II Mangkat, PM Ardern: Selandia Baru Tak Jadi Republik dalam Waktu Dekat

Kepergian Ratu Elizabeth II juga memantik perdebatan tentang masa depan kerajaan itu di Australia


Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

24 hari lalu

Selandia Baru Tak Lagi Wajibkan Masker dan Imunisasi Covid-19

Selandia Baru menghapuskan aturan ketat yang mewajibkan suntik vaksin virus corona dan menggunakan masker.